Kapal Coast Guard Filipina Alami Kerusakan Mesin di Selat Makassar

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 24 Mei 2017 13:13 WIB
Kapal Coast Guard Filipina TB Habagat 271 mengalami kerusakan. (David Saut/detikcom)
Denpasar - Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (coast guard) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mendapatkan panggilan darurat. Ternyata distress call itu berasal dari kapal coast guard Filipina TB Habagat 271 yang mengalami kebocoran lambung.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (23/5/2017), ketika TB Habagat mengalami kerusakan mesin dan kebocoran di Selat Makassar, 110 mil laut dari Kotabaru, Kalimantan Selatan. KPLP menerima distress call dari TB Habagat dan langsung mengontak Coast Guard Centre of Philippine di Manila.

"Kapal Philippine Coast Guard dimaksud mengalami masalah di perairan Sulawesi dalam perjalanan pelayaran dari Benoa menuju Filipina. Selanjutnya kami diperintahkan untuk memonitor dan melakukan pertolongan," kata Direktur KPLP Capt Jonggung Sitorus kepada detikcom, Rabu (24/5/2017).



KPLP lalu menerjunkan KN Chundamani P-116 serta KN 337 menuju lokasi dan memberikan pertolongan serta asistensi di Pelabuhan Kotabaru. Setiba di Pelabuhan Kotabaru, TB Habagat mendapat perbaikan untuk mesin dan lambung kapal yang bocor.

"Berdasarkan informasi, kapal mengalami trouble engine dan kebocoran. Kapal masih aman untuk dilayarkan ke Pelabuhan Kotabaru untuk perbaikan," ujar Sitorus.

Titik bertemunya KN 377 dengan TB Hagabat berada di 03-15,42-42,0 Lintang Selatan dan 116-54-50,0 Bujur Timur pada Minggu (21/5) sore. TB Hagabat berlabuh di Pelabuhan Kotabaru pada pukul 22.00 Wita pada hari yang sama.

"Ini menjadi catatan penting bahwa latihan atau simulasi pertolongan darurat sangat dibutuhkan dan benar-benar membantu sesuai SOP saat dihadapkan pada situasi nyata," kata Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono secara terpisah.

Kapal TB Hagabat merupakan armada yang dibawa dari Filipina saat mengikuti Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) pekan lalu dan tengah dalam pelayaran untuk kembali ke negaranya. Sebelumnya, kapal yang dimaksud mengikuti kegiatan Marpolex berupa simulasi penanganan kapal bocor atau bermasalah di lautan dalam rangka menjaga lingkungan laut dari pencemaran minyak di Benoa, Bali. (vid/idh)