detikcom bersama rombongan PT Jasa Marga dan PT JSB berksempatan meninjau proyek tol Batang-Gringsing, Selasa (23/5/2017). Proyek yang ditinjau berada di Tulis, Kecamatan Batang.
Saat ditinjau, kondisi jalur fungsional ini masih belum rampung 100 persen. Terlihat pekerja masih memasang bahan beton dasar untuk alas jalanan. Sebagian lagi alas jalanan masih dari tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Tol Batang-Gringsing yang masih fungsional alias darurat (Rivki/detikcom) |
Nantinya jalur fungsional ini akan dibuat dari bahan beton dasar selebar 7 meter dengan kapasitas 2 lajur kendaraan. Jalur fungsional sepanjang sekitar 36 km ini akan berakhir di Desa Gringsing yang merupakan daerah perbatasan Batang-Kendal.
Jalur tol fungsional ini juga membuat pemudik menghindari jalur Alas Roban yang terkenal dengan tikungan tajamnya. Pemudik diharapkan dapat memacu kendaraan 40 sampai 50 km/jam saat melintasi jalur fungsional ini.
Foto: Tol Batang-Gringsing yang masih fungsional alias darurat (Rivki/detikcom) |
"Kita harapkan 10 Juni ini selesai dan H-10 bisa dibuka," ujar Dirut PT JSB Saut Simatupang saat jumpa pers di kantornya, Semarang.
Selepas Gringsing pemudik nantinya akan kembali masuk jalan arteri Pantura menuju Kendal. Kemungkinan jalur ini akan dipakai pemudik yang menuju Semarang dan Jawa Timur.
"Progressnya sudah 75 persen sekarang kita masih pengerjaan pemasangan beton dasar," ucap Saut. (rvk/nwk)












































Foto: Tol Batang-Gringsing yang masih fungsional alias darurat (Rivki/detikcom)
Foto: Tol Batang-Gringsing yang masih fungsional alias darurat (Rivki/detikcom)