"Jadi perang ke depannya bukan perang fisik, perang adu domba," kata Ryamizard saat ditemui di Gedung Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, nomor 13-14, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017).
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyadarkan pihak yang membuat perang adu domba tersebut. Sebab, perang adu domba seperti yang terjadi di Pilkada DKI kemarin tidak ada gunanya.
"Nah tugas kita semua juga termasuk saya menyadarkan, nggak ada gunanya begitu-begitu," ujarnya.
"Yang rusak bukan hanya yang pemilihan saja, semuanya rusak-rusak, kalau bisa itu rentan orang masuk mengadu domba kita," imbuhnya. (cim/idh)











































