DetikNews
Rabu 24 Mei 2017, 10:09 WIB

Uji Coba Sepekan, Antrean Paspor via Aplikasi Terus Disempurnakan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Uji Coba Sepekan, Antrean Paspor via Aplikasi Terus Disempurnakan Aplikasi Antrian Paspor/Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM melakukan uji coba kebijakan baru mengenai antrean permohonan paspor online di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (Jaksel). Antrean paspor ini mulai diberlakukan sejak 16 Mei lalu.

Kepala Kantor Imigrasi Jaksel, Cucu Koswala menerangkan uji coba yang telah dilakukan selama sepekan. Cucu menerangkan masih diperlukan penyempurnaan untuk sistem jaringan.

"Masih ada beberapa yang perlu diperbaiki terkait kesisteman jaringan. Ini akan terus disempurnakan terkait kesisteman jaringan. Secara umum bagus lah, baik lah," ujar Cucu saat berbincanga, Rabu (24/5/2017).

Meski begitu, Cucu mengungkapkan aplikasi permohonan paspor online ini diapresiasi masyarakat. Menurutnya, masyarakat merasa diuntungkan karena mendapat alokasi waktu dan jadwal yang jelas tentang proses pembuatan paspor.

"Apresiasi dari masyarakat cukup bagus ya, hampir semuanya mereka merasa diuntungkan karena mereka tidak perlu antre lagi, seperti biasa panjang, mereka datang sesuai jam dan tanggal yang ditentukan," terangnya.

Bahkan masyarakat berharap aplikasi antrean paspor online ini bisa diakses juga tidak hanya di operating system (OS) Android. Semua masukan ini, kata Cucu, akan ditampung dan disampaikan ke pimpinan.

"Ada masukan berharap bahwa ini tidak hanya melalui Android juga melalui IOS," tutur Cucu.



Cucu menjelaskan di awal pelaksanaan aplikasi ini, informasi antrean paspor online belum diketahui masyarakat luas. Petugas Imigrasi pun langsung memandu yang bersangkutan untuk mengunduh aplikasi online itu.

"Memang di hari pertama-kedua, masih ada yang walk in, karena mereka belum tahu. Sosialiasasi mungkin belum sampai kepada mereka, hari kedua masih bisa melayani dengan walk in. Tapi setelah itu karena juga mungkin banyak tahu, sosialisasi sudah sampai, sudah jauh berkurang, hanya tinggal satu dua. Itu pun kita tidak tolak, kita memandu mereka untuk lewat online," jelasnya.

Aplikasi antrean paspor online ini mendapat respon positif dari pemohon. Saat ini, antrean paspor secara manual mulai dihilangkan.

"Sudah nggak bisa lagi," tutur Cucu.

Selain itu, Cucu mengatakan apabila aplikasi ini sukses dijalankan maka akan diterapkan juga di wilayah lain. "Ya tentu nanti kalau sudah di sini, bisa juga di wilayah lain," katanya.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM mengeluarkan inovasi untuk mempermudah pelayanan paspor bagi masyarakat. Antrean permohonan paspor kini bisa diakses lewat aplikasi Android bernama 'Antrian Paspor'.

Pemohon mengunduh aplikasi tersebut dan melakukan pendaftaran. Setelah itu, pemohon akan diberikan jadwal secara jelas kapan harus melakukan proses pembuatan paspor.


(knv/ams)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed