"Kami sudah dapat laporan dari pihak Polres Inhil terkait adanya harimau berada di perkebunan sawit dan areal pemukiman warga. Kita akan segera turunkan tim ke lokasi," kata Kabid I BBKSDA Riau, Hutomo dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (24/5/2017).
Hutomo menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak kepolisian, harimau itu berada di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil. Untuk itu, pihak BBKSDA Riau akan segera menurunkan tim ke lokasi untuk mempelajari di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hutomo mengatakan awal tahun 2017 lalu juga menemukan harimau yang keluar dari habitatnya. Hanya saja, lokasi harimau itu berbeda walau masih satu kecamatan.
"Nah ini yang akan kita pelajari dulu, apakah harimau yang sekarang ini sama dengan yang kita temukan awal tahun lalu apa tidak. Karena yang dulu, sudah kita geser untuk masuk ke habitatnya," kata Hutomo.
Hutomo meminta masyarakat di sekitar agar tidak terlalu reaktif atas kehadiran harimau tersebut. Sekalipun satwa itu dikenal ganas, namun diharapkan tidak melakukan penyerangan ke harimau itu.
"Bukan bermaksud menyepelekan kehadirannya, tapi kami juga berharap masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Kami akan segera mencarikan solusinya untuk mengatasi hal ini," tutup Hutomo.
Sebagaimana diketahui, harimau itu terlihat berkeliaran di kebun sawit dekat dengan rumah warga. Malahan dari laporan yang diterima pihak kepolisian, ada warga yang mengaku sempat dicakar harimau itu.
(cha/ams)











































