DetikNews
Selasa 23 Mei 2017, 21:52 WIB

Komisi III Tanya Kapolri soal Tewasnya Taruna Akpol

Audrey Santoso - detikNews
Komisi III Tanya Kapolri soal Tewasnya Taruna Akpol Kapolri Jenderal Tito Karnavian di gedung DPR, Selasa (23/5/2017). (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dikritik terkait insiden pemukulan berujung maut yang dialami Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. Adalah anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasional Demokrat, Akbar Faizal, yang menyampaikan kritik tersebut.

"Pak Kapolri, ada pilihan yang lebih realistis, bagaimana SDM yang ditugaskan di sana lebih terukur. Catatan saya, ada 15 pejabat Polri untuk ditugaskan di Akpol, untuk menjaga anak-anaknya. Kita tidak bisa membiarkan ini," ujar Akbal dalam rapat dengar pendapat di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).

Dalam rapat, Tito menegaskan, persoalan pemukulan Adam sudah ditangani langsung oleh Wakapolri Komjen Syafruddin. Wakapolri mendatangi tempat kejadian perkara dan mengevaluasi seluruh pihak yang lalai dan terlibat dalam pemukulan.

"Ya, untuk masalah Akpol kemarin, Wakapolri sudah evaluasi ke sana," jawab Tito.

Wakapolri kemudian menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukannya, mulai memidanakan 14 taruna yang memukul Brigdatar Adam hingga mencopot Komandan Korps (Dankor) Akpol dari jabatannya.

"Memang sangat tragis (kekerasan di Akpol), apalagi korban meninggal dunia. Begitu kita dapat laporan, hari itu juga kita berangkatkan tim dari Mabes, yaitu Divisi Propam dan SDM, dilengkapi seluruh struktur. Kemudian kami mengadakan penyidikan dan penyelidikan secara saksama bersama Polda Jateng. Dalam hal ini Dirkrimum (Direktur Kriminal Umum) disupervisi Kapolda," jelas Syafruddin.

"Ada 14 oknum yang terlibat dan sudah kita tahan. Sedang kita investigasi secara saksama, sehingga nantinya akan ada hasil akurat. Tentunya masih proses, mungkin minggu ini selesai," sambungnya.

Syafruddin mengungkapkan, setiba tim di Akpol, seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap pengasuhan taruna, mulai gubernur hingga pengasuh, dikumpulkan. Ia memaparkan pengarahan sesuai instruksi Kapolri. Syafruddin mengaku saat itu emosinya meninggi.

"Kita laksanakan revitalisasi secara menyeluruh, mulai struktur kemudian kultur secara sistematis. Kebetulan saya kemarin sedikit temperamen. Saya copot Dankor dan ditandatangani dalam waktu satu jam. Di-nonjob-kan dan diganti," terang dia.

Syafruddin menegaskan seluruh pejabat yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut akan dicopot dari jabatannya, "Selanjutnya seluruh yang bertanggung jawab itu akan kita ganti, akan kita copot semua, minggu ini selesai," katanya.

Selain itu, Syafruddin berbicara mengenai struktur kelembagaan di Akpol akan dirombak dengan tujuan mengetatkan pengawasan.

Salah satu contoh perubahan struktur adalah dengan menghidupkan kembali jabatan komandan peleton (danton). Di samping itu, kelengkapan sarana-prasarana akan ditingkatkan, misalnya dengan menambah jumlah CCTV.

"Struktur akan kita rombak yang berorientasi pada pengawasan yang lebih ketat. Sarana-prasarana akan kita penuhi, seperti CCTV dan sebagainya. Pengawasan juga seperti sekarang di struktur tidak ada komandan peleton, nanti kita akan bentuk lagi danton dan bintara untuk membantu danton seperti zaman dulu," tegas Syafruddin.
(aud/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed