Hal tersebut disampaikan Ketum Golkar Setya Novanto dengan menilik sejarah Golkar di bawah kepemimpinan Akbar Tandjung, yang pernah meraih lebih dari 100 kursi di DPR. Golkar terpacu untuk menambah jumlah kursi di Pileg 2019.
"Perubahan-perubahan kita harapan kita bisa buat strategi baru supaya ini bisa mencapai 120, paling nggak 115 saja bisa. Sekaligus kita berikan terobosan, pertama pileg, kedua pilkada, ketiga sosialisasi presiden," jelas Novanto di Novotel Hotel, Balikpapan, Kaltim, Selasa (23/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan, semuanya itu juga tergantung kualitasnya, ya nanti kita pilih. Yang penting, kita harus langsung pada masyarakat dan rakyat," jelasnya.
"Kita pilih yang memang betul-betul sesuai dapilnya masing-masing, dengan kaidah-kaidah di derah masing-masing. Tidak kutu loncat, misal orang tinggal di NTT ditarik ke Kalimantan, komunikasinya susah," sambung Novanto. (gbr/fdn)











































