Jokowi berharap bangsa Indonesia hidup rukun dan bersatu. Dia tak mau masyarakat saling menyalahkan dan menjelekkan.
"Jangan kita saling menyalahkan, yang menghabiskan tenaga dan pikiran kita. Energi itu bisa kita pakai untuk membangun negeri ini. Jangan kita habiskan tenaga kita untuk saling menjelekkan di antara kita. Kita ini saudara, harus kita ingatkan terus peristiwa-peristiwa di negara yang lain. Kita memiliki kesempatan untuk membangun negara ini," kata Jokowi di hadapan tokoh lintas agama dari Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/5/2017).
Jokowi menegaskan kesempatan membangun negeri dan bersaing dengan negara lain masih terbuka lebar. "Untuk masa depan anak-cucu kita. Karena kepercayaan itu sekarang ada. Kadang saya ingin mengingatkan betapa kita negara besar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setop, tutup itu. Kita selalu berpikir positif, selalu berpikir ke masa depan bangsa kita, karena kita memiliki kesempatan untuk mengejar mereka. Kita masih memiliki kesempatan untuk mengejar mereka kalau energi positif kita arahkan pada hal yang produktif, hal yang konstruktif, dan tidak terjebak pada hal-hal yang tadi saya sampaikan," jelasnya.
Jokowi juga meminta para tokoh agama bertindak cepat dalam menangani konflik walaupun itu kecil.
"Bapak-Ibu adalah tokoh-tokoh di provinsi, di daerah kaki. Saya titip agar, kalau ada percikan sekecil apa pun, segera diselesaikan. Jangan tunggu esok hari. Jangan tunggu dua-tiga hari lagi. Selesaikan pada saat api itu masih sangat kecil, segera padamkan," ujarnya.
"Ingatkan kepada yang akan bergesekan bahwa kita ini saudara, kita ini saudara, bahwa kita berbeda-beda iya, tapi kita ini adalah saudara, saudara sebangsa dan setanah air," imbuhnya. (jor/idh)











































