"Setiap tahun diperkirakan ada satu juta ton sabu dan sejuta pil ekstasi masuk Jakarta. Mereka lebih tersebar di beberapa titik, kawasan permukiman, dan tempat hiburan malam," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Nico Afinta kepada wartawan di Mapolsek Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (23/5/2017).
Nico mengatakan memberantas sabu di Jakarta perlu sinergi beberapa lembaga, seperti polisi, BNN, dan TNI. Masyarakat pun harus membantu memberantas peredaran narkotika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nico mengungkapkan sebagian besar narkoba masuk ke Jakarta melalui jalur laut. Sabu dan ekstasi itu pun berasal dari luar negeri.
"Narkoba yang masuk ke Indonesia berasal dari China. Barang itu masuk dari jalur laut secara ilegal," ucap Nico.
Menurut Nico, barang yang ada di Jakarta tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat Jakarta. Barang tersebut juga disebarkan ke daerah lain.
"Jakarta salah satu pintu masuk jalur peredaran narkoba ke daerah. Makanya, peredaran narkoba pun masih sangat marak. Meski begitu, pihak Polda Metro Jaya akan terus melakukan upaya pemberantasan," ucap Nico.
Nico juga menyoroti peredaran narkoba di tempat hiburan malam. Seperti ditemukannya 1.000 ekstasi di diskotek Illigals pada Kamis (11/5).
"Saya ingatkan, jangan macam-macam. Saya akan sikat semua. Kalau ada pengelola dan manajemen yang bermain, akan saya sikat. Kami tidak pandang bulu," tutur Nico. (aik/ams)











































