Saat dimintai konfirmasi, Farouk mengaku sudah mendaftar di 3 partai untuk maju dalam Pilgub NTB 2018. Ketiganya adalah PAN, PKB, dan PKS.
"Minggu lalu (daftar)," ujar Farouk saat dihubungi, Selasa (23/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya soal kesiapan maju dalam Pilgub NTB, Farouk mengatakan siap jika rakyat menghendaki. Hanya, ia mengaku belum bermanuver lebih jauh.
"Memang itu menjawab aspirasi, permintaan, harapan tokoh masyarakat tertentu supaya saya maju. Kita lihat dulu hasil survei, ternyata hasil survei begini saya ikut senang. Tapi saya tidak punya ambisi dan inisiatif menjadi gubernur. Karena ada permintaan mendesak, perlu ada hasil survei. Hasil survei sudah begitu, saya belum apa-apa. Saya belum pasang spanduk. Mereka buat spanduk silakan saja," katanya.
Seperti diketahui, Median melakukan survei pada 27 April-5 Mei 2017. Populasi survei meliputi seluruh warga NTB sebanyak 800 responden. Margin of error kurang-lebih 3,4 persen. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada. Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling.
Dari temuan, terjaring 18 nama yang memiliki elektabilitas untuk Pilgub NTB 2018. Di posisi tiga teratas ada Bupati Lombok Timur Ali Bin Dahlan (8 persen), Bupati Lombok Tengah H Moh Suhaili FT (6 persen), dan Farouk Muhammad (5,7 persen).
Berikut ini hasil survei elektabilitas cagub NTB:
1. H Moh Suhaili FT (8 persen)
2. H Ali Bin Dahlan (6 persen)
3. Farouk Muhammad (5,7 persen)
4. H Ahyar Abduh (5,5 persen)
5. Zulkiflimansya (2 persen)
6. TGH Hasanain Djuaini (1 persen)
7. KH Zulkifli Mahadli (1 persen)
8. Fahri Hamzah (1 persen)
9. Zain Aroni (0,5 persen)
10. Sunardi Ayub (0,5 persen)
11. Lalu Suhaiti (0,5 persen)
12. Lalu Gede Sakti (0,5 persen)
13. Johan Rosihan (0,5 persen)
14. H Muhammad Amin (0,5 persen)
15. H Muazim Akbar (0,5 persen)
16. H Bambang M Yasin (0,5 persen)
17. Baiq Diah Ratu Ganefi (0,5 persen)
18. Tidak jawab (65,3 persen) (dkp/ams)











































