Warga RI dan Timor Leste Bentrok di Perbatasan
Jumat, 29 Apr 2005 10:24 WIB
Kupang - Setelah kasus penembakan polisi Timor Leste terhadap tentara RI, kini terjadi insiden bentrokan di perbatasan kedua negara. Insiden ini melibatkan warga Distrik Oekusi Timor Leste dan warga Desa Sumsea, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT."Benar ada bentrokan Selasa, (26/4/2005), lalu. Kita sudah kirim tim ke sana," kata Danrem 161 Wirasakti Kupang Kolonel Inf. Amir Hamka Manan saat dihubungi detikcom di Kupang, Jumat, (29/4/2005). Namun, apakah ada korban jiwa atau kerusakan meteril yang dialami warga dalam bentrokan tersebut sejauh ini belum diketahui. Hanya saja dikabarkan satu anggota polisi Timor Leste sempat terkena lemparan batu saat akan melerai perkelahian. Sementara korban luka dari warga sipil masih dalam pendataan. Pihaknya, kata Amir, belum mendapat laporan resmi dari tim yang terdiri dari anggota Dandim 1604 dan pasukan pengaman perbatasan RI. Pasukan pengamanan tersebut selama ini bertugas di wilayah perbatasan Oekusi.Aparat agak kesulitan memperoleh data mengingat kondisi Desa Sumsea yang sangat terisolir. Desa tersebut jaraknya sekitar 300 Km dari kota Kupang, dan terletak diantara gunung-gunung dan lembah.Jalan menuju desa ini tidak bisa dilalui kendaraan beroda empat atau dua, yang ada hanya jalan setapak yang menghubungkan desa tersebut dengan wilayah sekitarnya.Dari informasi yang diterima, pemicu bentrokan berawal dari perkelahian seorang warga Distrik Oekusi dan warga Desa Sumsea. Belum diketahui secara pasti apa penyebab perkelahian dua warga ini.Yang jelas, perkelahian itu kemudian merembet ke seluruh warga di Distrik Oekusi dan Desa Sumsea. Kedua wilayah ini memang hanya dibatasi sungai, di mana wilayah selatan masuk bagian Timor Leste dan wilayah Utara masuk kawasan RI. Sampai saat ini memang belum ada kesepakatan mengenai penetapan garis batas kedua negara.Sehingga tidak ada garis batas lain yang memisahkan Distrik Oekusi dan Desa Sumsea selain alur sungai tersebut, tidak ada kawat berduri atau pagar pembatas lainnya. Warga di kedua wilayah ini bisa berinteraksi bebas seperti layaknya tetangga desa. Sementara posko pengamanan jaraknya cukup jauh dari lokasi.
(umi/)











































