Retno mengaku sudah berkomunikasi dengan Duta Besar RI untuk Inggris, Rizal Sukma. Retno ingin memastikan ada-tidaknya WNI yang menjadi korban dari ledakan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno juga mengatakan pihaknya melakukan kontak dengan titik-titik WNI, salah satunya melalui perkumpulan mahasiswa. "Dan yang ketiga memastikan bahwa semua hotline berfungsi dengan baik," ujarnya.
Komunikasi terakhir Rizal dengan otoritas Inggris, kata Retno, terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (23/5). Hasilnya, otoritas Inggris belum bisa memastikan identifikasi korban meninggal akibat ledakan tersebut.
"Dari korban yang meninggal belum dapat dirilis identifikasi kewarganegaraan. Yang kedua, sejauh ini kita belum menerima adanya informasi mengenai korban warga negara Indonesia. Karena, sekali lagi, ketika di sini pukul 09.00 WIB, di sana sudah menjelang dini hari. Jadi otoritas London sedang bekerja untuk mengidentifikasi para korban," tuturnya.
Retno berharap sore ini sudah bisa diketahui identitas korban dalam ledakan tersebut.
"Mudah-mudahan sore ini atau pagi waktu London kita dapat memperoleh update informasi dari duta besar kita di London. Sejauh ini kita belum menerima informasi apa pun terkait WNI kita di sana. Kedutaan kita terus berkomunikasi dengan otoritas setempat," ucapnya.
Lalu, apakah RI akan mengeluarkan travel warning ke Inggris?
"Kita biasanya mengeluarkan imbauan. Kalau teman-teman membuka web KBRI (indonesianembassy.org.uk), maka sudah akan terlihat adanya imbauan dan nomor hotline kita," katanya. (jor/idh)










































