"Jadi program, kegiatan, baru anggaran. Anggaran itu ngikutin kegiatan. Rekapnya baru bentuk program," ujar Tuty di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).
"Kita ada waktu 3 hari sampai Rabu," lanjutnya.
Tuty mengatakan tidak ada masalah bila nantinya program Anies-Sandiaga yang dimasukkan harus ada penambahan biaya. Alasannya, saat ini Pemprov DKI sedang menyusun RKPD 2018 sehingga masih bisa diubah terkait penganggaran.
"Ya bisa saja, kita kan lagi nyusun baru RKPD 2018," ucap Tuty.
RKPD 2018, lanjut Tuty, merupakan RPJMD pertama Anies-Sandiaga sebagai Gubernur-Wagub DKI. RKPD juga digunakan sebagai landasan untuk APBD, KUA-PPAS, dan RAPBD.
"RKPD 18 ini yang merupakan RPJMD tahun pertama. Jadi RKPD ini untuk APBD, KUA-PPAS, RAPBD, APBD. Makanya sekarang dilakukan sinkronisasi," ucapnya.
Tuty memperkirakan, RPJMD milik Anies-Sandiaga tidak akan berbeda jauh dari RPJMD Gubernur DKI sebelumnya. Sebab, RPJMD biasanya berisi isu-isu yang sama soal Jakarta.
"Dihasilkan namanya isu-isu strategis Jakarta ini apa saja. Nah, itu siapa pun gubernurnya, isunya tetap itu, misalnya antisipasi rob dan penanggulangan banjir, pembangunan transportasi, pasti itu juga," tutupnya. (bis/imk)











































