Begini Terobosan Baru yang Diinginkan Menpora di Wirausahawan Muda

Begini Terobosan Baru yang Diinginkan Menpora di Wirausahawan Muda

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 22 Mei 2017 13:47 WIB
Begini Terobosan Baru yang Diinginkan Menpora di Wirausahawan Muda
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta - Selama ini, kewirausahaan pemuda hanya sekadar program pelatihan dan pemberian modal. Menpora Imam Nahrawi menginginkan adanya terobosan baru pada rancangan proyek perubahan kewirausahaan pemuda.

Imam berbicara sebagai mentor pada acara seminar Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim I) tingkat I Lembaga Administrasi Negara (LAN) di ruang diskusi Diklatpim I Graha Wisesa LAN, Pejompongan, Jakarta, Senin (22/5/20170). Hadir juga dalam acara itu Deputi Didang Inovasi Lembaga Administrasi Tri Widodo Utomo dan pelatih Dadang Dally, Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Kemenpora Ibnu Hasan.

Menpora menilai, Program Kewirausahaan ini penting bukan hanya untuk Kemenpora tetapi juga pemerintah. Dari sisi kuantitas belum adanya keseimbangan dari jumlah pemuda untuk itu pihaknya akan terus memperkuat regulasi Permenpora yang telah ada.

"Harap dikaji kembali Permenpora yang telah ada agar rencana regulasi berjalan baik," ucap Imam dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tidak mudah mengkombinasikan keinginan 13 stakeholder. Untuk itu harus ada payung hukum jelas.

"Saya ingin adanya peraturan presiden (Perpres) untuk mengikat 13 stakeholder ini agar konteks pelakunya pasti anak muda. Tetapi sisi permodalannya dapat di kementerian lain," tambahnya.

"Kami akan support dan dukung, saya harap pakem yang ada seperti pelatihan, penghargaan dan lainnya dapat dikembangkan lagi, agar peserta yang mendapat pelatihan nantinya dapat dimonitor dengan detail misalnya peluang modalnya dan sebagainya, untuk itu harus ada terobosan baru. Prinsipnya kami akan bantu dan dukung dan dorong tim efektif bekerja cepat agar proyek ini ada follow up di lapangan," imbau Imam.

Ia menyampaikan, tahun 2017 Program Pemuda Magang Pemuda Indonesia dengan negara lain yang sebelumnya hanya murni bertukar pikiran selama kurang lebih 10 hari, telah diubah waktunya menjadi 3 bulan. Selesai mereka magang di negara lain pulang ke Indonesia mereka telah memiliki jaringan yang luas.

"Contohnya, pemuda tani yang kami berikan penghargaan pada 2014 lalu asal dari Kabupaten Garut kini telah berhasil maju dengan memajukan desanya dengan buah jeruk," kata Imam.

Tri Widodo Utomo menilai besarnya potensi pemuda. Pada 2014 jumlah pemuda 24,5% dari jumlah penduduk artinya Indonesia memiliki bonus demografi yang luar biasa dan akan terus meningkat pada 2020 hingga 2025.

"Ini adalah potensi luar biasa di semua bidang misalnya di bidang olahraga, artis dan seniman, pelaku usaha dan sebagainya," tutur Tri.

Tri berharap pemuda berubah stigmanya menjadi tahan banting, berintegritas, dan tidak mudah putus asa. Target outputnya harus terukur dengan indikator dan parameter tertentu agar menunjukkan bahwa re-branding benar-benar terjadi.

"Saya mendukung jika stakeholdersnya lebih dikonkretkan siapa saja yang berkontribusi berikan peran yang jelas. Jika itu dilakukan maka akan menjadi gerakan gotong royong yang luar biasa. Saya juga mendukung adanya inpres rebranding," ucap Tri.

Sementara itu, Joni Mardizal mengatakan, selama ini kewirausahaan pemuda hanya sekadar program pelatihan dan pemberian modal bagi wirausahawan usia 16-30 tahun. Tidak ada keunikan dan kekhasan serta gagasan perubahan yakni reformulasi kebijakan, public awareness dan pemilihan duta wirausahawan muda.

Menurutnya, kondisi saat ini karakter kapasitas daya saing masih rendah, belum ada pembagian yang jelas, pengembangan kewirausahaan menggunakan economic approach semata. Untuk meningkatkan implementasi perlu dirumuskan rancang bangun pengembangan kewirausahaan pemuda.

"Manfaat perubahan ini untuk pemuda misalnya dapat timbulnya kesadaran untuk berwirausaha, manfaat untuk Kemenpora mempertegas positioning Kemenpora dalam pengembangan kewirausahaan, sehingga outputnya dibuatnya grand design dalam bentuk peraturan Menpora," jelas Jonni.

(nwy/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads