Masih Ada Beasiswa, Warga Diminta Djarot Tak Hanya Andalkan KJMU

Masih Ada Beasiswa, Warga Diminta Djarot Tak Hanya Andalkan KJMU

Nathania Riris Michico - detikNews
Senin, 22 Mei 2017 12:21 WIB
Masih Ada Beasiswa, Warga Diminta Djarot Tak Hanya Andalkan KJMU
Djarot Saiful Hidayat/dok.detikcom (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta masyarakat jangan hanya mengandalkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) agar dapat kuliah secara gratis. Djarot mengingatkan tersedianya jalur beasiswa di setiap universitas.

"Kalau anaknya berbakat, bagus, tapi dia tidak menerima KJP, bisa nggak dapat beasiswa? Bisa, ada jalan lain. Kita punya yayasan beasiswa yang akan diberikan, tapi berbeda dengan KJMU," ujar Djarot kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

Djarot juga mengimbau kepada warga yang mampu agar tidak berpura-pura menjadi orang tidak mampu demi mendapatkan KJMU. Sebab KJMU dan program sejenisnya merupakan program yang dikhususkan bagi warga yang membutuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Termasuk kalau dia mampu, mbok jangan pura-pura jadi miskin ketika ada program-program seperti ini. Ini menyangkut aspek keadilan dan aspek empati, termasuk mereka-mereka itu harusnya bersyukur kalau sudah mampu enggak usah mengambil jatahnya orang tidak mampu," sambungnya.

Menurut Djarot, mahasiswa yang mendapat KJMU tidak otomatis terus mendapatkan kartu tersebut hingga lulus. Sebab akan dilakukan evaluasi tiap tahun dengan berpatokan pada indeks prestasi kumulatif (IPK) untuk menentukan layak atau tidaknya mahasiswa tersebut tetap mendapatkan KJMU.

"Mereka yang mendapat KJMU tetap harus belajar. Evaluasinya satu tahun sekali, bagaimana dengan IPK. Kalau misalnya indeks prestasinya tidak baik, otomatis KJMU akan kita hentikan," imbuhnya.

Selain dari prestasi, evaluasi juga dilakukan dari perilaku mahasiswa. Jika mereka terlibat dalam hal-hal negatif, KJMU mereka akan dicabut.

"Kemudian juga ada evaluasi tentang bagaimana perilakunya. Kalau dia terlibat narkoba, tawuran, itu langsung kita cabut. Sifatnya adalah mendidik. Kita akan mendidik masyarakat, bukan memanjakan masyarakat," ujarnya. (nth/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini