Geliat Parpol Panaskan Mesin Jelang 2019

Geliat Parpol Panaskan Mesin Jelang 2019

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 22 Mei 2017 09:59 WIB
Geliat Parpol Panaskan Mesin Jelang 2019
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta - Sejumlah partai politik sudah mulai bersiap menyambut Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. Mesin-mesin partai ini mulai dipanaskan dengan menggelar rapat-rapat, dari rapat kerja nasional (rakernas), rapat pimpinan nasional (rapimnas), rapat koordinasi khusus (rakorsus), hingga menjaring sejumlah nama untuk diusung.

Partai yang mulai memanaskan mesinnya ialah Golkar, NasDem, PDIP, PKB, dan PPP. Tak semua partai mau membuka apa saja yang menjadi topik bahasan dalam rapat itu. Yang pasti, semua mengaku menjalankan koordinasi dan menyiapkan strategi 'perang' pada 2018 dan 2019.

Sebut saja, PDIP menggelar rakernas secara tertutup pada Sabtu (20/5/2017) hingga Minggu (21/5) di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali. Selain Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, rakernas itu dihadiri Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koperasi dan UMKM AA Gede Ngurah Puspayoga, serta sejumlah politisi partai berlambang banteng moncong putih ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tak mau membuka kesimpulan rakernas, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya selaku pengusung mendukung program pemerintah.

"PDIP juga berkomitmen kuat untuk mendukung Bapak Jokowi-JK, sehingga program-program kerakyatan dan memperkuat alat pertahanan negara menjadi bagian utama terhadap dukungan yang efektif sebagai parpol pengusung pemerintah," ujar Hasto.


Senada dengan PDIP, NasDem sudah memanaskan mesin partainya dengan menggelar Rakorsus Persiapan Verifikasi dan Pengelolaan Dana Partai di Hotel Mercure, Ancol, Jakut, Minggu (21/5). Ketum NasDem Surya Paloh menyemangati para kader agar mengulang prestasi sebagai partai baru yang bisa memperoleh 7 persen suara dalam Pileg 2014.

"Hari ini sejarah mencatat kita dalam komposisi yang berbeda. Ada 3 komposisi kabinet dalam kesamaan sebagai menteri yang kita miliki, ada wantimpres, ada 3 duta besar. Tentunya ini catatan penting bagi kita sekaligus memompa motivasi diri kita," tuturnya.

"Kita syukuri ini semuanya, tapi kita tidak boleh lalai. Tentu semuanya itu akan memberikan jaminan bagi kita semua mengenai hasil suara nanti kita akan jauh lebih besar daripada pemilihan pertama yang kita ikuti. Itu yang perlu saya ingatkan pada forum rakorsus ini," kata Paloh.

Dalam kesempatan itu, NasDem kembali menegaskan akan terus mendukung pemerintahan Jokowi. Dia meminta kader memastikan pemerintahan sukses di tangan Jokowi.

Kemudian Partai Golkar juga menggelar Rapimnas 2017 di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 21-23 Mei 2017. Ketua Harian Golkar Nurdin Halid mengatakan rapat itu diselenggarakan dalam rangka menyiapkan strategi Golkar menyambut Pilpres 2019.

Salah satunya menugasi tiap kader mengkampanyekan Jokowi sebagai capres dari Golkar. Rapimnas itu diikuti 640 orang.

"Pileg, Golkar menargetkan 30 persen, dan pilpres, Golkar memiliki capres Jokowi. Tujuan merekrut bacaleg adalah untuk sosialisasi partai, sosialisasi dirinya, dan sosialisasi capres," tutur Nurdin dalam jumpa pers di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (21/5).

Sementara itu, PPP kubu Ketua Umum Romahurmuziy akan menggelar Rapimnas II pada 23-24 Mei 2017 di Jakarta Timur. PPP punya target besar memenangi sekitar 30 persen dari total 171 pilkada serentak.

Waketum PPP Fadli Nurzal mengatakan momen rapimnas itu akan digunakan untuk konsolidasi seluruh pengurus harian, pimpinan majelis, dan 34 DPW PPP seluruh Indonesia menjelang Pemilu 2019. Kader internal akan diprioritaskan untuk maju dalam Pilkada 2018.

"Rapimnas II dimaksudkan sebagai konsolidasi menghadapi Pemilu 2019 yang ditargetkan menembus tiga besar," tutur Fadli.



Senada dengan PPP, PKB punya target menang di posisi 3 besar pada 2019. Untuk itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sudah menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2019 nanti dalam Rakornas Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP).

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu punya 3 strategi untuk mendulang suara. Dari menjaring calon anggota legislatif sejak Mei, menggerakkan struktur pengurus yang ada di tingkat desa sebagai mesin partai, hingga mempertimbangkan capres yang bisa mendongkrak elektabilitas partai.

"Karena pilpres dan pileg bersamaan, kita akan sangat hati-hati dalam menentukan capres. Capres harus mutlak menambah elektabilitas partai," ucap Cak Imin.

Lewat usaha tersebut, Cak Imin berharap PKB dapat masuk jajaran parpol level atas. Dan hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dirumuskan di Rakornas LPP kali ini.

"Dari rakornas ini, PKB harus hadir di tataran atas. PDIP, Golkar, Gerindra ini yang paling tinggi, jadi PKB bukan hanya terbesar di level menengah, tapi juga masuk di tataran level pertama," ucapnya.

Adapun PKS sudah menjaring nama untuk diusung pada Pilpres 2019. Kader dan simpatisan diberdayakan untuk proses penjaringan ini.

"Ya, PKS sebagaimana tradisinya melakukan tugas untuk memberdayakan kader dan simpatisannya. Salah satunya melibatkan mereka dalam pemilihan calon anggota Dewan, cagub, termasuk calon presiden. Itu sudah tradisi kami. Itu memang sudah berjalan," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/5).
Halaman 2 dari 3
(ams/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads