"Kapalnya masih berasap dan cukup banyak, sehingga kita belum dapat masuk. Kita kan perlu masuk untuk lihat posisi truknya di mana, nomor polisinya berapa, membawa barang apa dan siapa pengemudi dan yang punya truk tersebut," jelas Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono saat dihubungi detikcom, Minggu (21/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu sampai seminggu atau dua minggu (untuk investigasi), semua tergantung situasi," imbuhnya.
Dia mengatakan saat ini sudah melakukan wawancara dengan kru kapal dan meminta sertifikat yang berkaitan dengan kapal. Besok Selasa (23/5) rencananya dia dan tim akan meninjau kondisi kapal.
"Hari ini kita meminta dokumen di darat. Lalu lakukan wawancara dengan kru, meminta sertifikat yang berkaitan dengan kapal. Selasa rencananya tim akan ke Maselembo untuk melihat kondisi kapal," ujarnya.
Soerjanto enggan mengomentari soal dugaan kendaraan yang membawa tabung gas sebagai penyebab kebakaran. Selama investigasi masih berlangsung dia belum mau bicara banyak.
"Kalau kami di KNKT tidak berkaitan dengan sanksi. Kami hanya melakukan investigasi dan mengutamakan keselamatan agar tidak terjadi lagi dikemudian hari," ungkapnya.
(lkw/ams)











































