Sudirman Said Tuangkan Kisahnya Saat Jabat Menteri ESDM Lewat Buku

Sudirman Said Tuangkan Kisahnya Saat Jabat Menteri ESDM Lewat Buku

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Minggu, 21 Mei 2017 23:42 WIB
Sudirman Said Tuangkan Kisahnya Saat Jabat Menteri ESDM Lewat Buku
Foto: Parastiti Kharisma Putri /detikcom
Jakarta - Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said meluncurkan buku yang terinspirasi dari pengalamannya selama bertugas. Buku berjudul 'Berpihak Pada Kewajaran Antalogi Pemikiran Sudirman Said' itu merupakan kumpulan catatan yang sayang dibuang Sudirman.

"Sebenarnya buku ini adalah kumpulan catatan yang sayang dibuang. Andai boleh berharap, catatan-catatan yang terhimpun di buku ini semoga menjadi bahan pembelajaran bagi generasi mendatang, seberapapun kecilnya," kata Sudirman di Rumah Jawa, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (21/5/2017).

Buku itu berisi pemikiran, epigram, opini, wawancara hingga pidato Sudirman Said selama menjadi Menteri ESDM. Berkat dorongan koleganya, ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi itu akhirnya memutuskan untuk membagikan hasil tulisannya itu ke dalam buku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seusai bertugas sebagai menteri ESDM banyak kolega yang mengusulkan agar ada baiknya puluhan bahkan ratusan tulisan tidak hanya untuk disimpan saja. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya usulan para kolega tersebut diterima dan diwujudkan sehingga terealisasilah buku bertajuk Berpihak Pada Kewajaran ini," urainya.

Sudirman Said juga merasa berhutang pada negara dan kehormatan diberikan privilese yang belakangan mengubah total perjalanan hidupnya. Acara itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh diantaranya pimred Majalah Tempo Arif Zulkifli, pimred Harian Kompas Budiman Tanuredjo, Nur Pamudji, Edriana Noerdin, Bursag Zaenudi, Timbo Siahaan, Ferry Mursyidan, serta sejumlah rekan-rekan Sudirman lainnya.

Selain itu, Arif dan Budiman mengungkapkan beberapa bagian buku Sudirman yang menurut mereka paling menarik. Arif berpendapat tulisan yang menceritakan hubungan Sudirman dan ibunya merupakan bagian yang paling menarik.

"Saya mencatat ada beberapa hal yang patut dicatat dari buku ini yang menggambarkan hidup mas Sudirman Said. Yang saya sarankan untuk dibaca terlebih dahulu adalah tentang ibunya," kata Arif.

Sedangkan menurut Budiman, bagian yang menarik adalah bab dimana Sudirman menuliskan puisi-puisi yang pernah ditulis pada akun Twitternya. Budiman pun membacakan beberapa puisi yang ada di dalam buku tersebut.

Acara itu ditutup dengan sambutan-sambutan dan obrolan ringan yang diselingi tawa Sudirman bersama teman-temannya. Mereka mengenang perjalanan hidup mereka saat bersama Sudirman Said. (ams/lkw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads