"Kami mohon maaf, bahwa seluruh rangkaian acara Rakernas yang kedua ini, yang dimulai bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, dilaksanakan secara tertutup," kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto menyampaikan hal ini di lokasi rakernas, Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Minggu (21/5/2017) malam. Sebelum Hasto memberikan keterangan, tampak Tjahjo Kumolo, Yasonna Laoly, Puan Maharani, AA Gede Ngurah Puspayoga, Trimedya Panjaitan, Maruarar Sirait dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meninggalkan lokasi rakernas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto menambahkan, Rakernas ini juga sebagai wujud komitmen PDIP terhadap Pancasila, UUD '45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Ditambahkannya, komitmen PDIP tersebut dijabarkan dalam keputusan partai dalam Rakernas.
"PDIP juga berkomitmen kuat untuk mendukung Bapak Jokowi-JK, sehingga program-program kerakyatan dan memperkuat alat pertahanan negara menjadi bagian utama terhadap dukungan yang efektif sebagai parpol pengusung pemerintah," ujar Hasto.
Pria kelahiran Yogyakarta ini menjelaskan peserta rakernas ingin mewujudkan PDIP sebagai partai rakyat, menyatu dengan nadi kerakyatan, sehingga rekomendasi dihasilkan dari hal itu. Rekomendasi itu akan menjadi acuan langkah strategis PDIP.
"Sehingga rekomendasi telah dibuat dan dari itu langkah strategis partai telah terprogram dengan sistemik untuk tahun-tahun ke depan," ucap Hasto.
Walau Hasto tidak menjelaskan detail kesimpulan Rakernas, informasi yang dihimpun masih menunjukkan rakernas ini untuk persiapan strategi PDIP dalam Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.
"Semuanya (Pilkada dan Pilpres) dibahas detail, tapi sekali lagi, itu hanya untuk konsumsi internal," pungkas Hasto. (bag/bag)











































