Dalam sambutannya di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (21/5/2017), Luhut awalnya memaparkan sejumlah data terkait pembangunan di era pemerintahan Jokowi, seperti tingkat kesenjangan masyarakat, Dana Desa, dan pembangunan infrastruktur. Luhut lantas meminta semua kader agar bertindak sesuai data tersebut.
"Golkar ini mau ke mana, mau di mana memainkan peran Golkar supaya jangan salah main catur. Kalau kita tidak punya data yang benar, nanti kita salah membuat keputusan," papar Luhut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Golkar itu mainkanlah peran untuk ikut seperti Dana Desa supaya ikut terlibat. Di mana sekarang peran Golkar untuk dana desa ini kepada 74.700 sekian desa diberikan tiap tahun? Diberikan tahun ini hampir Rp 1,2 M," saran Luhut.
Maksud 'terlibat' itu kata Luhut, minimal ada kader Golkar yang menjadi kepala desa. Namun, jangan menyimpang.
"Yang saya katakan tadi, dari seluruh banyak desa, masa kok nggak ada orang Golkar? Kalau ada beritahu dan kerjakan dengan bagus karena akan merepresentasi Golkar di desa-desa," jelasnya.
Luhut meminta Golkar benar-benar cerdik dalam berpolitik. Dia juga ingin Golkar aktif membangun bangsa ini, jangan terus-terusan memikirkan uang.
"Golkar harus cerdik, Golkar harus mengubah paradigma. Jangan Golkar disebutkan hanya uang saja tapi harus ada idealisme membangun republik ini. Kalau ujungnya seperti itu ya sah sah saja tapi jangan kita semata mata itu," tegasnya.
Foto: Luhut Pandjaitan di Rapimnas Golkar |
Dalam sambutannya, Luhut didampingi Ketum Golkar Setya Novanto. Ada juga Ketua Harian Golkar Nurdin Halid dan Ketua DPD Golkar Kaltim Rita Widyasari yang turut menemani. Rapimnas ini direncanakan berlangsung hingga 23 Mei ke depan. (gbr/fjp)












































Foto: Luhut Pandjaitan di Rapimnas Golkar