Saddam Ultah ke-68, Tak Ada Kue Tart Setinggi Istana

Saddam Ultah ke-68, Tak Ada Kue Tart Setinggi Istana

- detikNews
Jumat, 29 Apr 2005 06:26 WIB
Jakarta - Perayaan ulang tahun yang heboh dengan kue tart setinggi istana hanya tinggal kenangan. Saddam Hussein berultah ke-68 dengan mendekam di bui.Untuk kedua kalinya Saddam Hussein merayakan hari ulang tahunnya di tahanan AS. Saddam berulang tahun pada 28 April 2005. Demikian dilaporkan AFP, Jumat (29/4/2005).Meski demikian, mantan Presiden Irak itu dalam keadaan sehat dan masih bersemangat. Begitulah yang disampaikan pengacaranya dari Irak, Khalil Dulaimi. Dia bertemu Saddam pada Rabu lalu.Menurut Jubir Pengadilan Khusus Ziad Khassawneh, Dulaimi menyampaikan perkembangan politik dan hukum kepada Saddam yang digulingkan Pemerintahan AS George W Bush dua tahun lalu itu.Saat ditanya apakah Saddam menerima kado spesial di hari ulang tahunnya, Khassawaneh tertawa. Dia mengungkapkan kemungkinan adanya keinginan untuk diizinkan menonton televisi atau menelepon keluarganya."Dia terkurung di sebuah ruangan kecil, tidak baca koran, tidak punya televisi atau radio. Dia tidak tahu apapun yang terjadi di dunia ini hingga Dulaimi datang mengunjunginya. Nanti kalau ada perayaan akan saya beritahu, meski itu tidak mungkin," kata Khassawaneh kepada radio Bulgaria.Sementara di Baghdad, warga masih mengingat hari ulang tahun Saddam. Maklum, biasanya Ultah Saddam dirayakan dengan sangat meriah dan mewah."Biasanya kue tart ulang tahun Saddam hingga mencapai atap istana kepresidenan, sementara warga Irak makan debu kayu yang dicampur tepung rangsum," kenang Ibrahim Saadoun (45), seorang penjaga toko.Namun seorang perempuan Irak lebih mengingat Saddam dari sisi patriotisme. "Saya biasanya antusias mendengarkan pidato ulang tahunnya di televisi. Semoga dia dibebaskan, kasihan, kan dia sudah tua," kata Salma Fuad (19).Saddam ditangkap pada Desember 2003. Dia akan dijerat dengan tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan atas tindakan pemerintahannya terhadap suku Kurdi dan penindasan terhadap kaum Muslim Syiah sejak 1991. (sss/)


Berita Terkait