DetikNews
Minggu 21 Mei 2017, 10:51 WIB

Miss Kalbar Bicara Indahnya 'Merah-Putih' dan Kutuk Provokasi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Miss Kalbar Bicara Indahnya Merah-Putih dan Kutuk Provokasi Foto: Screenshot akun facebook Denia Abdussalam
Jakarta - Sebuah video hoax disebarkan oknum tak bertanggung jawab yang menggambarkan suasana Pontianak, Kalimantan Barat, tidak kondusif. Polri telah memastikan bahwa video itu hoax, kini giliran mantan Miss Indonesia asal Kalbar 2006 Denia Abdussamad berkomentar.

"20 Mei 2017 - Hari ini menjadi hari bersejarah untuk Kota Pontianak - Kalimantan Barat. Hari Kebangkitan Nasional adalah Hari Kebangkitan Persaudaraan di Bumi Khatulistiwa. Dua event besar bersamaan. Acara Pembukaan Pekan Gawai Dayak tahunan bertepatan dengan Aksi Damai Bela Ulama sekaligus Pawai Ta'ruf jelang Ramadhan. - ALHAMDULILLAH," tulis Denia lewat akun facebook pada Sabtu, 20 Mei 2017 seperti dikutip detikcom, Minggu (21/5/2017).

Baca juga: Kalbar Kondusif, Jangan Percaya Video Provokasi yang Tersebar

Denia menggambarkan suasana Pontianak kondusif hingga tadi malam. Dia bahkan menganggap bahwa dua acara yang bersamaan di Pontianak sebagai gambaran keberagaman.

"Sampai tulisan ini di-posting. Kalbar kondusif, situasi aman terkendali. Ratusan ribu manusia tumpah ruah ke jalan-jalan utama. Dua warna kontras mendominasi. Merah dan Putih. MERAH pertanda KEBERANIAN, PUTIH perlambang KESUCIAN," ungkap wanita yang akrab dengan nama Denia Ponti tersebut.
Miss Kalbar Bicara Indahnya 'Merah-Putih' dan Kutuk ProvokasiFoto: Screenshot akun facebook Denia Abdussalam

Denia memang kerap menyampaikan pendapatnya lewat akun facebook tersebut. Beberapa kali dia juga berkomentar tentang Pilgub DKI 2017.

"Bendera Merah Putih pula yang menyatukan kita dalam nuasa keragaman. Keindahan warna warni dalam bingkai NKRI. Kita hidup dalam persaudaraan erat sejak dahulu kala bahkan sebelum republik ini berdiri. Mari kita jaga suasana damai ini sampai kapanpun juga. Selamanya," ungkap dia.

Peraih Master di bidang komunikasi politik Universitas Indonesia ini meminta agar semua pihak tak ada lagi yang menyebarkan hoax. Selain itu dia pun meminta agar masyarakat tak menelan mentah-mentah informasi dari media sosial atau pun aplikasi perpesanan lainnya.

Baca juga: Sempat Ada Insiden, Gawai Dayak di Pontianak Berlangsung Damai

"Sudahi. STOP. Berhentilah menyebar berita-berita yang hanya membuat gaduh, apalagi dibumbu-bumbui. Apa yang anda harapkan dengan membuat viral video yang provokatif kemudian membuat situasi semakin gaduh bahkan bisa chaos? Mari kita hentikan kegaduhan ini. Kita punya andil besar sebagai netizen mendinginkan suasana. Mamfaatkan jempol anda dengan bijak. Jadikan kendali jempol sebagai amal jariyah," ungkap Denia.

Tulisan Denia ini sudah dibagikan 2.275 pengguna facebook dan mendapat sekitar 3.400 likes. Beragam komentar didapatnya dan kebanyakan meminta izin untuk membagikan tulisan itu.

"Sampaikan ini kepada semua orang. Bahwa Pontianak tetaplah kota yang aman. Trimakasih kepada semua pihak yang mampu menahan diri. Trimakasih kepada aparat yang mampu kendali situasi," kata Denia.
(bag/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed