Mereka adalah Ikhsan Ngadikan (58) dan Samsul Bahtiar (30) yang merupakan warga Jalan Dinar Mas Gang IX, Semarang. Mereka berangkat rombongan 5 mobil dan dua korban tersebut satu mobil dengan korban lainnya yaitu Agus Bambang yang juga warga Dinas Mas dan Agus Abdullah warga Ketileng.
Setelah jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Setelah disalatkan, para korban dimakamkan sekitar pukul 23.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya minggu depan akan ada peringatan 100 harinya," kata Sri di rumah duka, Sabtu (20/5/2017) malam.
Firasat sudah dirasakan Sri ketika Bahtiar sempat mengungkapkan akan tidak hadir karena kurang enak badan. Bahkan Ngadikan juga minta dirapihkan bajunya yang paling bagus untuk dipakai acara padahal biasanya tidak pernah seperti itu.
"Malam-malam minta bajunya yang paling bagus disetrika buat kondangan," kata Sri.
Ngadikan yang merupakan Kepala SD Meteseh itu kini sudah berpulang bersama putranya menyusul sang istri. Putra kedua Ngadikan pun berusaha tegar ketika PT Jasa Raharja memberikan santunan kepadanya sebagai ahli waris.
Untuk diketahui, kecelakaan terjadi ketika mobil yang ditumpangi korban melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu di dekat Stasiun Sedadi Grobogan, Jateng pada hari Sabtu (20/5/2017). Mobil tertabrak dan terseret sekitar 500 meter.
Selain terseret, mobil juga sempat terbakar hingga menyebabkan 4 korban di dalamnya tewas di tempat. Evakuasi berjalan cukup lama termasuk dilakukan penggantian lokomotif agar kereta jurusan Surabaya-Jakarta tersebut melanjutkan perjalanan. (alg/dkp)










































