Menlu Bantah Kecolongan Dubes Nurhadi Terkait Kasus Munir
Kamis, 28 Apr 2005 22:31 WIB
Jakarta - Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda membantah pihaknya kecolongan dalam proses pengangkatan Nurhadi yang diduga terlibat dalam kasus terbunuhnya Munir, sebagai Duta Besar RI untuk Nigeria."Nurhadi sudah dipersiapkan sebagai dubes sejak 2004. Kami sudah menyelidiki dan mempunyai catatan mengenai beliau," katanya.Pernyataannya tersebut dia sampaikan usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima pimpinan Partai Buruh Australia Kim Beazley di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (28/4/2005).Terkait Nurhadi tengah menjalani pemeriksaan atas dugaan keterlibatannya dalam kasus terbunuhnya aktivis HAM Munir, Menlu menegaskan Deplu tidak memerintahkan mantan Sekretaris Umum Badan Intelejen Nasional (BIN) itu untuk segera menempati posnya yang baru di Nigeria."Karena kita ketahui ada keperluan beliau untuk memberikan keterangan. Sudah kami putuskan, sejak ada ribut-ribut perkara yang sedang diselidiki awal tahun ini," jelasnya.Dia hanya berharap agar proses pemeriksaan tidak berlangsung terlalu lama. Sebab posisi Dubes RI untuk Nigeria sudah lama kosong.Menlu juga meminta agar masyarakat menjaga asas praduga tak bersalah. Wacana publik yang menyatakan Nurhadi bersalah menurutnya sangat overstatement. Sebab sejauh ini pihak penyidik pun belum menyatakan demikian.
(sss/)










































