"Mei 1998 menjadi tonggak terbukanya pintu otoritarian menuju alam baru bersama bendera demokrasi yang dikibarkan seorang lokomotif reformasi Muhammad Amien Rais, untuk pembaharuan bagi masyarakat," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangannya, Sabtu (20/5/2017).
Tuntutan Amien Rais cs kala itu adalah perubahan sistem politik, pemerataan ekonomi, penegakan supremasi hukum, dan peningkatan pendidikan. PP Muhammadiyah menggelar acara 'Tribute to Amien Rais' guna merefleksi jalannya reformasi sampai sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan itu akan dijawab oleh sejumlah narasumber yang bakal dihadirkan dalam acara 'Refleksi 19 Tahun Reformasi - Menggembirakan Demokrasi; Tribute to Amien Rais' di halaman parkir Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Amien Rais akan menjadi salah satu narasumbernya, selain itu ada pula Ketua PP Muhammadiyah Harjriyanto Y Thohari, Faisal Basri, dan gubernur DKI terpilih Anies Baswedan.
Foto: Acara Refleksi 19 Tahun Reformasi, Tribute to Amien Rais (Wildansyah/detikcom) |
Di lokasi, terpantau lokasi acara sudah diisi oleh penampilan pemusik yang membawakan lagu Iwan Fals berjudul Bongkar. Namun lokasi belum terlalu ramai. Narasumber terpantau belum ada yang sampai di tempat acara. Sekitar empat puluh orang sudah berkumpul menunggu acara dimulai pukul 19.30 WIB nanti.
(dnu/dkp)












































Foto: Acara Refleksi 19 Tahun Reformasi, Tribute to Amien Rais (Wildansyah/detikcom)