"Kita (harus) tetap bersatu, apa pun yang kita perjuangkan di negeri ini, hak-hak politik dan hak lain (harus memperhatikan) dua koridor," ujar Mahfud selepas acara seminar nasional 'Dinasti Politik dalam Pilkada dan Potensi Korupsi di Daerah' di Fakultas Hukum UII, Yogyakarta, Sabtu (20/5/2017).
Mahfud MD saat menjadi keynote speaker seminar di Fakultas Hukum UII, Yogyakarta. (Usman Hadi/detikcom) |
Koridor yang pertama itu, kata Mahfud, adalah jangan sampai kepentingan kelompok merusak simpul NKRI, yang merupakan kekuatan Indonesia sebagai bangsa. Kedua, jangan ada pihak yang memperjuangkan haknya namun malah membuat pemerintahan lumpuh.
"Satu, jangan merusak NKRI karena itulah simpul kekuatan kita sebagai bangsa. Kedua, jangan sampai kita membuat pemerintah lumpuh," terangnya.
Mahfud melanjutkan, keutuhan NKRI saat ini merupakan berkah Tuhan. Karena itu, berkah ini harus dijaga semua elemen masyarakat tanpa terkecuali. Dia melanjutkan, berkat usaha para pejuang, masyarakat sekarang dapat menikmati kemerdekaan dan bisa mengatur diri sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gbr/elz)












































Mahfud MD saat menjadi keynote speaker seminar di Fakultas Hukum UII, Yogyakarta. (Usman Hadi/detikcom)