Menpan RB ke Gubernur Banten: Jangan Ada Jual-Beli Jabatan

Menpan RB ke Gubernur Banten: Jangan Ada Jual-Beli Jabatan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 20 Mei 2017 13:56 WIB
Menpan RB ke Gubernur Banten: Jangan Ada Jual-Beli Jabatan
Menpan RB Asman Abnur dan Gubernur Banten Wahidin Halim di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin. (Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) meminta kepada Gubernur Banten Wahidin Halim agar tidak ada lagi pimpinan tinggi di dinas yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Ini sesuai dengan program Kementerian mengenai penataan sistem manajemen aparatur sipil negara (ASN) di daerah-daerah.

"Sekarang banyak pegawai yang tidak sesuai dengan bidang kompetensi dan keahlian. Pegawai tidak berbasis perhubungan ditempatkan di Dinas Perhubungan," kata Menpan RB Asman Abnur di hadapan Gubernur Wahidin Halim dan guru besar serta wisudawan dari IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, Kota Serang, Sabtu (20/5/2017).

"Mohon gubernur baru, saya harapkan Banten jadi contoh penempatan pegawainya, jangan sampai ada jabatan yang dijualbelikan. Tidak boleh ada seperti itu," dia menegaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asman juga mengatakan program penataan aparatur sipil negara menjadi prioritas di Kementerian. Sedangkan khusus untuk Banten, sebagai daerah strategis dan dekat ke Ibu Kota, daerah ini memiliki banyak potensi. Untuk rencana reformasi birokrasi, menurut Asman, harus ada terobosan, khususnya di sektor pelayanan publik.

"Banyak yang harus diperbaiki (di Banten). Ada beberapa kabupaten dan kota sudah bagus, tapi masih banyak yang harus ditingkatkan. Terutama bidang pelayanan publiknya," katanya lagi.

Birokrasi, tambah Asman, juga harus berbasiskan IT, seperti penerapan e-government. Penilaian kinerja harus berdasarkan performance based management sehingga setiap pekerjaan di unit organisasi dapat terukur berikut evaluasinya.

"Tidak ada lagi ASN takut absen karena beban kerja yang harus diselesaikan. Kita (harus) berbasis elektronik di pelayanan publik. Tidak boleh lagi ada manual," tegasnya.

Pesan Penting untuk IAIN Sultan Maulana Hasanuddin

Asman juga menitip pesan kepada wisudawan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin. Mengutip pesan Presiden Jokowi bahwa persaingan sekarang bukan lagi antara negara besar dan kecil. Paradigma tersebut sekarang beralih ke negara mana yang lebih cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

"Maka dari itu, jangan sampai kalah dalam persaingan ini. Karena kita terlambat jika tidak mengikuti perkembangan teknologi itu," kata Asman.

MenPANRB Asman Abnur bicara di mimbar wisuda. (Bahtiar/detikcom)Menpan RB Asman Abnur berbicara di mimbar wisuda. (Bahtiar Rifai/detikcom)

Selain itu, tantangan ke depan, menurut Asman, harus ada modernisasi di kampus-kampus. IAIN, yang dalam waktu dekat akan berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri, jangan sampai meninggalkan program unggulannya. Di samping itu, harus dibuat manajemen berbasis kinerja, sehingga tidak ada lagi dosen yang tidak memberikan kontribusi.

"Mohon nanti konsentrasi dibikin modernisasi. Kita harus memperbaiki sistem teknologi. Tidak lagi mengajar dengan kapur. E-learning. Mudah-mudahan, setelah jadi UIN, akan dijadikan contoh," ucapnya lagi.

Asman juga berpesan, setelah keluar dari dunia kampus, wisudawan bekerja profesional dan fokus. Tantangan di luar semakin besar, peningkatan kemampuan menjadi kebutuhan, apalagi hal yang berbasis teknologi.

Kepada pihak civitas akademika IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Asman meminta segera dilakukan modernisasi detail organisasi kampus. Karena hal ini terkait dengan perubahan nama IAIN menjadi Universitas Islam Negeri yang akan disetujui Kemenpan RB.

"Kalau sudah selesai, yang namanya IAIN sudah bisa resmi jadi universitas negeri," tegasnya. (bri/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads