"Yang penting interaksi dan melihat ke depan. Kita banyak PR (pekerjaan rumah) yang perlu kita kerjakan sama-sama," kata Anies di Jalan Balai Rakyat No 52 A, Klender, Jakarta Timur, Sabtu (20/5/2017).
Anies berkata interaksi tersebut dapat terjalin dalam bentuk apa saja. Salah satunya adalah musyawarah antarwarga.
"Interaksinya bisa dalam bentuk apa saja, jadi kegiatan-kegiatan sesama (yang) menarik untuk dilakukan sekarang. Warga berkumpul di kampung, bermusyawarah menyelesaikan masalah di kampungnya," ujarnya.
Anies mengatakan, dalam lingkungan masyarakat, adalah hal yang wajar ketika ada perbedaan dalam menentukan pilihan calon gubernur. Tapi dengan kembali duduk bersama, bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah di lingkungan, perbedaan itu akan kembali melebur.
"Di TPS itu bisa saja angkanya (perolehan suara) 58 (persen), 42 persen. Tapi ketika duduk musyawarah, kan sudah tidak lagi membawa 58 (persen), 42 (persen), musyawarah menyelesaikan masalah di kampung, langsung terselesaikan masalah di sana," tutupnya. (nvl/gbr)











































