Saat bertemu, Deski menjelaskan mengapa agen perjalanan First Travel tidak dapat memenuhi target pemberangkatan calon jemaah. Semula dijanjikan yang akan berangkat yakni 90 orang. Namun nyatanya hanya setengah yang diberangkatkan.
"Saya mohon maaf karena saya hanya memberikan informasi. Saya selaku perwakilan manajemen First Travel, saya akan memfasilitasi calon jemaah dari Sidoarjo dan Situbondo untuk bertemu dengan Bapak Andika (salah satu pimpinan First Travel). Tapi sekali lagi, tidak bisa semuanya karena ini hanya mediasi," ujar Deski di kantor First Travel, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selama ini mencari proses dan yang terbaik. Kembali lagi saya review, kepercayaan Bapak-Ibu sudah tidak ada pada saya, makanya saya harus naikkan levelnya ke yang lebih atas yakni atasan saya Pak Andika langsung. Itu merupakan solusi. Tapi saya minta waktunya besok," lanjutnya.
Calon jemaah yang berasal dari luar kota juga tetap tidak menerima penjelasan tersebut. Mereka ingin penyelesaian masalah pemberangkatan segera dituntaskan.
"Ini kami dari Aceh, Pak. Cuma 10 jemaah. Bagaimana penyelesaiannya?" ujar calon jemaah dari Aceh.
"Ya jadi intinya akan saya usahakan untuk keberangkatannya. Saya mohon Bapak-Ibu bisa duduk dulu biar saya kerjakan dulu ya (jadwal keberangkatannya)," kata Deski.
Hingga saat ini para calon jemaah masih menunggu di kantor First Travel untuk menanti kejelasan soal pemberangkatan mereka. (nkn/idh)










































