DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 18:59 WIB

Taruna Tewas, Komisi III DPR Desak Akpol Dievaluasi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Taruna Tewas, Komisi III DPR Desak Akpol Dievaluasi Rumah duka taruna Akpol Mohammad Adam / Foto: Kanavino A Rizqi/detikcom
Jakarta - Taruna Akpol Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam tewas diduga dianiaya. Komisi III DPR akan mendatangi Akpol di Semarang, Jawa Tengah, untuk mengetahui kondisi dan duduk permasalahannya.

"Saya menyampaikan dukacita kepada keluarga korban. Korban kan taruna tingkat II, sudah menyelesaikan semua seleksi ketika masuk," ungkap Anggota Komisi III Erma Suryani Ranik di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Erma pun mendukung upaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan memidanakan pelaku penganiayaan. Komisi III meminta agar kasus ini diusut tuntas dan mendalami semua pelaku penganiayaan yang terlibat.

"Bukan hanya pelaku pemukulan tapi kondisi apa yang menyebabkan itu terjadi. Jadi semua taruna yang teridentifikasi sebagai pelaku harus dilakukan langkah untuk dihukum," ujar Erma.

"Kalau ada taruna yang terbukti menjadi penyebab terbunuhnya Brigadir Muhamad Adam ini dia harus mendapatkan hukuman pidana," imbuhnya.

Kepada Kapolri, Erma meminta agar ada evaluasi menyeluruh terhadap proses pendidikan di Akpol. Sebab menurutnya, fenomena kekerasan di sekolah ikatan dinas sudah sering terjadi.

"Sekolahnya kepolisian yang diajari masalah kekerasan. Polisi sekarang ini menghadapi tantangan tidak seperti dulu yang kerjanya nangkapin maling ayam jadi fisik diperlukan. Polisi zaman sekarang menghadapi tantangan kejahatan kerah putih, antarnegara, narkoba," tutur Erma.

"Kecerdasan polisi-polisi ini diperlukan, soal fisik itu hanya supporting system, bukan utama. Jadi menurut saya ada yang perlu dibenahi di institusi kepolisian, secara khusus di Akademi Kepolisian," sambungnya.

Rencananya, Komisi III akan datang ke Magelang mengecek Akpol untuk mengetahui kondisi sesungguhnya sebagai bentuk dari pengawasan. Seperti diketahui, Komisi III memang mitra kerja dari Kepolisian RI.

"Komisi III nanti hari Rabu (24/5) kalau tidak ada halangan kami akan kunjungan spesifik ke sana untuk melihat dengan seksama, apa sih yang sebenarnya terjadi dengan institusi ini. Karena kita harus ingat Akpol ini kan Kawah Candra Dimuka untuk mengirim calon-calon pemimpin ke depan," tukas Erma.

Kapoksi Fraksi Partai Demokrat di Komisi III ini mengingatkan agar tidak lagi terjadi kekerasan di lingkungan Polri. Sebab hal itu dikatakan Erma bisa berdampak pada sikap polisi saat berhadapan dengan masyarakat.

"Polri ini aparat penegak hukum lho, jangan jadi centeng pasar. Jangan dididik jadi preman. Kalau di lembaga pendidikannya sudah ada tradisi kekerasan, ke depan nanti biasa memukuli tahanan, biasa melakukan kekerasan. Ingat tugas polisi itu untuk menangkap penjahat dan melindungi rakyat, jangan terbalik-balik," tukasnya.
(elz/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed