Pencalonan Amien jadi Calon Ketum Muhammadiyah Ditentang
Kamis, 28 Apr 2005 16:47 WIB
Jakarta - DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menolak pencalonan Amien Rais menjadi Ketum Muhammadiyah. Penolakan itu didasarkan kekhawatiran bahwa Amien akan meninggalkan ormas Islam itu untuk kedua kalinya. "Kami khawatir Muhammadiyah akan ditinggal kedua kali pada tahun 2009 nanti.Dulu Pak Amien sudah pernah meninggalkan Muhammadiyah saat memimpin," ujar Ketum DPP IMM Ahmad Rofiq di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta, Kamis (28/4/2005).Ia membantah penolakan itu didasari rasa tidak suka kepada Amien sebagai indvidu. Ahmad menilai jika Muhammadiyah kembali dipegang Amien, kaderisasi dan regenerasi akan macet. "Kalau di PAN saja ada regenerasi, kenapa Pak Amien tidak mengizinkan Muhammadiyah melakukan regenerasi?" tanyanya. Selain itu, jika Amien kembali menjadi ketum akan mengingkari hasil Tanwir Muhammadiyah 2004 yang mendukung kaderisasi dan regenerasi. DPP IMM tidak ingin Muhammadiyah dipolitisasi untuk pilpres 2009. "Kalau ada yang ingin jadi capres jangan jadikan Muhammadiyah sebagai kendaraan politik," katanya. Ahmad berencana mendesak adanya kontrak komitmen terhadap figur yang potensial menjadi ketum Muhammadiyah. "Kami khawatir ada money politics dalam muktamar nanti. Memang warga Muhammadiyah banyak yang terlibat di PAN tapi budaya saat kongres di Semarang jangan dibawa kesini," tandasnya. DPP IMM mengajukan kriteria calon ketum yakni maksimal berusia 50 tahun serta menyediakan waktu 24 jam untuk mengurus ormas Islam itu. Muktamar Muhammadiyah ke-45 dijadwalkan di Malang, 3-8 Juli 2005.
(rif/)











































