DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 16:36 WIB

PBNU Siap Rangkul Anggota HTI

Yulida Medistiara - detikNews
PBNU Siap Rangkul Anggota HTI Diskusi bersama antara NU dan Muhammadiyah mengenai HTI.
Jakarta - Pemerintah mengambil langkah hukum untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena dianggap mengancam NKRI. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyatakan siap merangkul anggota HTI nantinya.

"Kami siap merangkul mereka itu, dan kita siap barangkali mereka mau diskusi, monggo silakan. Kalau ingin bersaudara, bergabung, monggo silahkan," ujar Said Aqil di kantor PBNU, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).

Ia mengatakan anggota HTI tidak boleh dimusuhi, melainkan harus hidup rukun antarsesama. Ia menegaskan sebenarnya bukan soal cara beribadahnya yang dipermasalahkan, melainkan isi dakwahnya yang dianggap membahayakan NKRI.

"Orang-orangnnya, anggotanya, aktivisnya tidak boleh kita musuhi sesama bangsa Indonesia. HTI-nya gerakannya, ideologinya, cita-citanya yang harus kita sikapi dengan tegas. Semua negara Islam di dunia menolak HTI, 20 negara sampai Pakistan (menolak HTI)," kata Said.

Said bercerita awal mulanya Hizbut Tahrir dibangun oleh warga Palestina dengan tujuan memerdekakan Palestina. Ketika pendiri awalnya tewas dan digantikan penerusnya, justru ideologinya malah bergeser dengan tujuan membangun negara Islam, tanpa sekat-sekat nasionalis. Karena itu, Hizbut Tahrir di negara Arab dilarang.

"HTI dulu didirikan oleh orang Palestina dengan nama Hizbut Tahrir Palestina, gerakan untuk memerdekakan Palestina. Setelah beliau wafat, diganti Abdul Khodim, Abu Rusta, lafal Palestina-nya hilang, tinggal Hizbut Tahrir, malah jadi bias artinya luas banget, membebaskan umat Islam dari sekat-sekat nation, tafsirnya berubah," ucap Said.

"Makanya, di negara-negara Arab di sana dilarang sekarang. Tidak mentoleransi adanya HT ini, kantor pusatnya di London," tuturnya.

Sedangkan HTI menyatakan dakwah merupakan dakwah Islam semata. Mereka membantah anti-Pancasila.
(yld/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed