Berdasarkan pantauan detikcom, Jumat (19/5/2017), olah TKP juga melibatkan PT Jasa Marga selaku pengelola Jalan Tol Cipularang. Petugas menggunakan metode traffic accident analysis. "Kita menggunakan laser scanner tiga dimensi sehingga semua TKP dapat terekam," ujar Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Jabar AKBP Mathrius di lokasi.
Mathrius mengatakan hasil olah TKP belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan saat ini juga. Pasalnya, pihaknya harus terlebih dahulu mengumpulkan dan mengolah fakta di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai pemeriksaan truk trailer ini dilakukan lantaran pengakuan sopir dan kernet yang menyebutkan truk diduga mengalami rem blong sehingga hilang kendali dan menabrak beberapa kendaraan yang berada di depannya.
"Jadi memang awal mulanya dari truk yang rem blong hingga kecelakaan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan itu terjadi," ujar Mathrius.
Ia menegaskan secepatnya akan segera menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di KM 91 + 300 arah Jakarta, Kamis (18/5) sekitar pukul 19.45 WIB. Akibat peristiwa itu, 4 orang meninggal dunia dan 27 orang lainnya luka-luka. (ern/ern)











































