Anggota DPRD Riau Minta Mercy Gubernur di Jakarta Dilelang
Kamis, 28 Apr 2005 17:45 WIB
Pekanbaru - Sebanyak 16 unit mobil mewah di kantor Penghubung Riau di Jakarta masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Riau. DPRD Riau meminta kepada Gubernur Riau Rusli Zainal untuk menarik semua mobil mewah tersebut ke daerah dan harus segera dilelang.Penarikan itu perlu untuk menjaga nama baik para pejabat pemerintah agar tidak terkesan berfoya-foya dalam menggunakan dana publik. Saat ini Gubernur Riau telah membeli dua Mercy senilai Rp 2 miliar untuk kendaraan dinas selama di Jakarta. Mobil mewah itu disimpan di kantor penghubung Pemprov Riau di Jl Otista, Jakarta Timur.Di kantor itu juga tersimpan 14 unit mobil mewah dan kelas menengah berbagai merek, seperti Toyota Lexus, Volvo, dan Toyota Land Cruiser hingga Opel Blazer. Itu semua juga harus dikembalikan ke Riau."Yang kita tahu mobil dinas di Kantor Penghubung di Jakarta itu lebih banyak dipergunakan untuk kepentingan pribadi para pejabat di Riau. Apalagi pembelian dua unit Mercy sudah menimbulkan imej pejabat kita bermewahan dengan uang rakyat," kata anggota DPRD Riau, Edi Basri, pada detikcom, Kamis (28/4/2005).Di mata Edi, pembelian mobil mewah di Jakarta itu justru akan menambah beban bagi APBD Riau yang notabene uang rakyat. Beban yang dimaksud adalah biaya perawatan serta biaya BBM yang saban hari harus ditanggung rakyat.Dua unit Mercy itu saja, lanjut Edi, sudah sangat memberatkan dalam segi biaya perawatannya. Sebab yang namanya mobil mewah sejenis Mercy, minimal dalam dua hari sekali harus dioperasikan. Bila tidak justru mobil itu akan rusak."Saya tidak habis pikir pertimbangannya apa sebenarnya Pemerintah Provinsi Riau harus belanja mobil mewah di Jakarta. Kita anjurkan kepada Pemprov Riau untuk segara mengembalikan semua mobil mewah itu ke daerah," kata Edi Basri, anggota Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Riau.Kendati kedua unit Mercy itu sudah terlanjur dibeli, menurut Edi, bukan berarti hal itu tidak bisa dicarikan solusinya agar tidak membenani dana APBD Riau. Selain harus dikembalikan ke daerah, dua Mercy senilai Rp 2 miliar harus segera dilelang agar uangnya bisa kembali ke kas daerah."Biarlah kita rugi sedikit dengan melelang dua unit Mercy itu. Itu akan lebih baik, daripada dipakai dengan biaya yang lebih besar lagi dan menjadi beban rakyat Riau," tegasnya.Wajar Beli MercyWalau pembelian dua unit mercy itu mendapat kritikan pedas dari berbagai pihak, Wakil Gubernur (Wagub) Riau Wan Abu Bakar dalam berbagai kesempatan justru menilai pembelian mobil itu hal yang wajar sebagai kepala daerah.Menurut Wagub, Mercy itu sudah selayaknya diadakan karena tak mungkin seorang pejabat daerah bila datang ke kantor perwakilan di Jakarta dalam masa tugas tidak memilki mobil dinas. "Wajar saja gubernur pakai Mercy, mana mungkin pakai mobil Kijang," komentar Wan Abu Bakar.Sikap ngotot Wakil Gubernur Riau ini pun membuat berang anggota DPRD Riau. Menurut Mukti Sunjaya dari Fraksi PKS, ungkapan Wan Abu Bakar itu sangat berlebihan dan terkesan mengandalkan sebuah jabatan."Mental pejabat kita ini sudah banyak yang bobrok. Aneh kan di daerah gubernur hanya pakai Toyota Crown tapi di Jakarta pakai Mercy. Ini kan sudah berlebihan. Kalau memang tidak ada perubahan sikap Gubernur Riau Rusli Zainal, bukan tidak mungkinkan dia kita berhentikan di tengah jalan," ancamnya.. Ditegur MenteriSedangkan Gubernur Riau Rusli Zainal kepada detikcom, mengatakan, akibat pemberitaan pembelian dua unit Mercy di Jakarta itu dia mengaku mendapat teguran dari sejumlah menteri. Namun dia tidak menjelaskan menteri apa saja yang telah memberikan teguran itu."Gara-gara berita Anda soal Mercy, saya ini mendapat teguran dari menteri. Kenapa sih mesti diributkan terus, mobil itu kan dibeli anggaran tahun 2004 lalu. Dan dua Mercy itu dibeli awal tahun 2004. "Sudalah jangan ribut lagi soal Mercy," katanya kepada detikcom dengan nada sedikit tinggi.Gubernur Riau mengaku mobil itu dibeli awal tahun 2004. Namun, fotokopi kuintansi pemberlian dua unit Mercy yang diterima detikcom menunjukan bahwa kedua mobil itu dibeli pada 10 Desember 2004 melalui dealer Mercy di Jakarta.Kwitansi itu ditandatangani oleh Kepala Kantor Penghubung di Jakarta, M Zainal. Harganya mencapai Rp 2 miliar. Dengan demikian mobil Mercy itu baru dipergukana kurang lebih 4 bulan ini.
(nrl/)











































