DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 15:38 WIB

Sebelum Adam Tewas, Para Taruna Akpol Dikumpulkan Senior di Gudang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sebelum Adam Tewas, Para Taruna Akpol Dikumpulkan Senior di Gudang Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Peristiwa pemukulan hingga menyebabkan Taruna Akpol tingkat II tewas dilakukan saat kegiatan tidak resmi seusai apel malam. Korban Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam dipanggil seniornya pada tengah malam di gudang.

Dari informasi yang diperoleh, diketahui seusai apel pada Rabu (17/5) malam, taruna tingkat II diberi waktu istirahat hingga pukul 23.00 WIB. Kemudian taruna tingkat II diminta menghadap taruna tingkat III di titik kumpul, yaitu flat A, yang merupakan gudang.

"TKP-nya di gudang ruangan yang tidak terpakai," kata Kapolda Jateng Irjen (Pol) Condro Kirono, Jumat (19/5/2017).

Condro menjelaskan taruna III mengumpulkan juniornya terkait dengan kedisiplinan lantaran merasa taruna tingkat II melakukan kesalahan. Karena itu, mereka mengumpulkan juniornya.

"Kalau dari saksi yang dikumpulkan sementara, melihat taruna tidak disiplin pada saat pesiar atau ada beberapa pelanggaran, jadi di situ," ucapnya.

Condro mengakui kegiatan itu di luar kedinasan resmi. Mereka diketahui tidak melewati jalan utama yang terdapat petugas piket untuk menuju lokasi.

"Kalau lewat jalan biasa, ada piket. Ya di luar dinas," ujar Condro.

Berdasarkan informasi, seluruh taruna tingkat II dikumpulkan sekitar pukul 00.30 dan diminta dalam posisi sikap tobat. Kemudian mulai ada pemukulan, salah satunya korban. Adam ditarik dan mendapat pukulan 6 kali di ulu hati.

Korban yang kesakitan sempat pingsan dan dibawa ke ruangan di seberang lokasi. Pengawas yang mendapat laporan langsung membawa korban ke RS Akpol dan dokter menyatakan korban tewas pada pukul 02.45 WIB.

Jenazah korban kemudian diautopsi di RS Bhayangkara, Semarang. Dari hasil autopsi ditemukan luka di paru-paru akibat pukulan sehingga menyebabkan korban mengalami gagal napas dan kekurangan oksigen.

"Dari dokter forensik mengatakan bahwa ada luka pada korban di dada yang mengakibatkan sesak napas. Dipastikan meninggal karena penganiayaan dan pemukulan," tutur Condro.

Hingga kini sudah ada 35 saksi yang telah diperiksa dan Kapolda menyatakan pelaku lebih dari satu orang. Meski demikian, belum ada penetapan tersangka karena penyelidikan masih berlanjut.

"Iya mengarah, tidak satu orang (pelakunya)," kata Condro.
(alg/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed