Aripin, yang merupakan teman sekaligus tetangga dekat Asworo, pun tak mengetahui keberadaan pria asal Blitar, Jawa Timur, itu. Namun, selama lima tahun kenal, Asworo memang sosok yang pendiam dan suka nongkrong bersama teman-temannya saat hari libur dan sempat bertemu sekitar dua minggu lalu.
"Memang secara pribadi orangnya baik dan pendiam. Malam minggu (6/5) itu juga sempat pulang ke mes dan bayar uang paket sekitar jam 11-an. Tapi terlihat seperti biasa saja. Kemudian sekarang menghilang," ujar Aripin kepada detikcom di counter miliknya, Jalan Bangau, Palembang, Jumat (19/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga berteman di akun Facebook dan saya lihat tadi malam juga sempat ganti foto sampul. Karena sebelumnya memang bukan itu sampulnya, tapi pemberitahuan mungkin disembunyikan," ucap pria berbadan tegap ini.
Aripin berharap yang terbaik buat Asworo. Nantinya, apakah Asworo sebagai pelaku atau korban, dia ingin kasus ini cepat terungkap oleh pihak kepolisian. Dengan begitu, kasus ini akan menjadi terang dan tidak simpang siur, seperti isu yang beredar di media sosial.
"Ya memang kuncinya dari Asworo ini biar bisa terungkap. Saya sebagai teman hanya berdoa yang terbaik buat dia dan turut berdukacita atas meninggalnya pacar Asworo," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Chatarina sempat pamit kepada orang tua akan pergi ke Yogyakarta untuk melakukan foto prewedding bersama calon suaminya, Asworo. Dia ditemukan tewas di semak-semak di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (11/5), oleh warga yang hendak mencari rumput. Kamis (18/5) kemarin, jenazah lulusan S2 UGM tersebut dimakamkan di Yogyakarta.
Pemakaman Chatarina Wiedjawati di TPU Ngrau, Suryodiningratan, Yogyakarta, Kamis, 18 Mei 2017. (Sukma Indah P/detikcom) |











































Pemakaman Chatarina Wiedjawati di TPU Ngrau, Suryodiningratan, Yogyakarta, Kamis, 18 Mei 2017. (Sukma Indah P/detikcom)