DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 14:34 WIB

Belum Bertemu Pemprov, Tim Sinkronisasi Anies Andalkan Open Data

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Belum Bertemu Pemprov, Tim Sinkronisasi Anies Andalkan Open Data Anies Baswedan di Kebayoran Baru / Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Tim sinkronisasi pasangan gubernur dan wagub terpilih Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno mulai bekerja menerjemahkan program kerja yang menjadi janji kampanyenya. Namun hingga saat ini tim sinkronisasi belum melakukan komunikasi ke Pemprov DKI.

Meski belum melakukan komunikasi dengan Pemprov, tim sinkronisasi Anies-Sandi mengacu pada data yang dibuka (open data) oleh Pemprov. Data-data tersebut menjadi acuan dalam penyusunan program kerja.

"Ada (komunikasi khusus nanti), antara mereka sih komunikasi terus kok. Dan data-data terbuka, ada open data, dengan open data itu kita bisa lihat semua APBD sekarang. Jadi karena itu dasar untuk menyusun rencana kerja kita," kata Anies di Masjid Syarif Hidayatullah, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

Anies mengatakan bahwa data dari Pemprov tersebut dapat dibuka dan diakses oleh siapa saja. Meski demikian, rencana untuk bertemu dengan Pemprov nantinya tetap ada.

"Memang datanya kan terbuka bisa diakses oleh siapa saja, jadi warga kota warga Indonesia siapa saja bisa mengakses data. Ini kan bukan data yang tersembunyi ya tapi data yang memang tersedia," ujarnya.

Anies menyebut pihaknya masih memiliki waktu yang panjang untuk menyiapkan program kerja saat menjabat nanti. Waktu yang ada menuju masa pelantikan akan dimaksimalkan untuk menerjemahkan janji kampanyenya menjadi program kerja.

"Nggak ketemu sekarang juga nggak apa-apa karena memang justru sekarang fase untuk menterjemahkan menjadi item-item anggaran, kalau ketemu sekarang juga tidak ada yang bisa dimasukin kok. Apa yang bisa dimasukin orang baru kerja seminggu, baru menyusun, nanti kalau sudah jadi baru," imbuhnya.

Data terbuka tersebut bukan hanya menjadi masukan tim sinkronisasi, tapi juga menjadi masukan utama. "Justru rujukan utamanya adalah dari APBD yang sekarang, hal-hal apa yang memang rutin, hal-hal apa yang sifatnya pembangunan, ada pembagiannya kok di antara mereka," tutupnya.
(nvl/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed