"Saya ingin mengucapkan berduka cita terlebih dahulu atas gugurnya 4 prajurit TNI dalam latihan PPRC ini dan juga korban yang luka di rawat di rumah sakit," kata Jokowi di lokasi latihan, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017).
Selain empat pasukan gugur, insiden itu juga melukai delapan pasukan lainnya. Atas kecelakaan itu, meriam giant bow tidak lagi dipakai dalam latihan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investigasi belum selesai, sehingga nanti kita ketahui apa penyebabnya," tambahnya.
Setelah satu atau dua hari, hasil kajian itu sudah bisa diketahui. Meriam itu dibeli pada tahun 2002 dari China. "Senjata tahun 2002. Sehingga panjang waktunya, ya mungkin karakteristik yang tidak sesuai dengan prajurit Indonesia," jelasnya.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Dispenad, empat prajurit TNI AD yang gugur tersebut adalah Komandan Baterai (Danrei) Kapten Arh Heru Bayu, Pratu Ibnu Hidayat, Pratu Marwan, dan Praka Edy.
Sementara delapan prajurit lainnya sedang dirawat intensif di rumah sakit. (brt/tfq)











































