Tolak Dipanggil TPF Munir, Mantan Sekretaris BIN Hina SBY
Kamis, 28 Apr 2005 16:08 WIB
Jakarta - Tindakan Nurhadi Jazuli, mantan Sekretaris Utama BIN yang menolak memenuhi panggilan TPF Munir dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Presiden SBY."TPF kan dibentuk oleh keppres berarti dengan penolakan itu, dia telah melakukan penghinaan terhadap presiden," kata Ketua TPF Kasus Munir Marsudhi Hanafie di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (28/4/2005).Sebagai tindak lanjut, TPF Munir dan BIN sepakat membuat protokol bersama."Pada saat ini, sudah dibuat protokol bersama tentang tata cara atau prosedur hal-hal mengenai mekanisme kerja yang ke subsidi pemeriksaan. Sehingga, secara otomatis Nurhadi akan masuk ke dalam protokol tersebut," ungkap dia.Hal yang sama disampaikan Anggota TPF Usman Hamid. "Kalau protokol sudah ditandatangani maka Nurhadi harus menghormati kesepakatan tersebut dan dia harus datang apabila ada pemanggilan oleh TPF," kata dia.Mantan Sekretaris Utama BIN Nurhadi Jazuli menolak memenuhi panggilan TFP Munir dengan alasan TPF Munir bukan penyidik dan dibentuk hanya untuk membantu polisi mengumpulkan data dan fakta.
(aan/)











































