Pengakuan Kak Emma: Bantah Chat dengan Firza dan Ditekan Penyidik

Pengakuan Kak Emma: Bantah Chat dengan Firza dan Ditekan Penyidik

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 19 Mei 2017 10:17 WIB
Pengakuan Kak Emma: Bantah Chat dengan Firza dan Ditekan Penyidik
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Fatimah atau Kak Emma tiga kali diperiksa dalam kasus dugaan pornografi di situs 'baladacintarizieq'. Kak Emma tidak mengakui chat audio dengan Firza Husein di situs 'baladacintarizieq', bahkan mengaku ditekan penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Nama Kak Emma mencuat setelah kasus pornografi pada situs 'baladacintarizieq' menjadi buah bibir masyarakat. Dalam situs itu, Firza terlibat dalam percakapan melalui WhatsApp dengan sosok yang disebut-sebut sebagai imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Di bagian situs lainnya, ada pembicaraan antara sosok Firza dan sosok yang disebut-sebut sebagai Kak Emma. Rekaman suara dua orang perempuan itu membicarakan curhat soal sosok Habib Rizieq.

Kasus dugaan pornografi ini akhirnya diusut kepolisian. Penyidik kini telah menetapkan Firza Husein sebagai tersangka pornografi. Namun Firza Husein tidak ditahan dengan alasan kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terbaru, Kak Emma buka suara melalui kuasa hukumnya, Mirza Zulkarnaen, pada Kamis, 18 Mei 2017 kemarin. Kak Emma tidak mengakui adanya hubungan percintaan Habib Rizieq dengan Firza Husein. Kak Emma mengungkapkan belum lama mengenal Firza Husein dan bertemu di dua kesempatan, yakni pengajian di Petamburan dan Megamendung.

Tidak hanya itu, Kak Emma mengaku ditekan penyidik selama proses pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP). Menurut Kak Emma, kasus itu sengaja dibuka untuk membunuh karakter Habib Rizieq.

Pernyataan Kak Emma ini berbanding terbalik dengan keterangan yang disampaikan penyidik dalam pemeriksaan. Penyidik awalnya menyebut Kak Emma mengungkap sejumlah fakta, salah satunya mengenai chat audio dirinya dengan Firza yang sudah tersebar di media sosial. "Iya itu (chat audio) dia merasa, iya betul," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Atas pernyataan Kak Emma, Argo menegaskan penyidik bekerja secara profesional dalam menyidik kasus tersebut. Bahkan selama pemeriksaan saksi ataupun tersangka direkam kamera. Polda Metro Jaya membantah tudingan penyidikan kasus dugaan pornografi 'baladacintarizieq' adalah untuk membunuh karakter Habib Rizieq. Polisi menangani perkara tersebut semata-mata untuk kepentingan penegakan hukum karena ada laporan dari masyarakat.

Berikut ini pengakuan Kak Emma:

Bantah Chat Audio dengan Firza

Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Kak Emma tidak mengakui chat audio dengan Firza Husein di situs 'baladacintarizieq'. Kak Emma mengaku belum lama mengenai Firza.

"Pernyataan dari Polda Metro bahwa saya mengakui adanya hubungan percintaan antara Habib Rizieq dan Firza, itu tidak benar," kata Kak Emma, yang disampaikan melalui pengacaranya, Mirza Zulkarnaen, Kamis (18/5/2017).

Menurut Kak Emma, dia belum lama mengenal Firza. Ia baru bertemu Firza di dua kesempatan, yakni di pengajian di Petamburan dan Megamendung.

"Saya mengenal Firza belum lama, dia ikut taklim di Petamburan sekali, ke Megamendung dua kali," ujar Kak Emma.

Ditekan Penyidik

Foto: Ari Saputra/detikcom
Kak Emma mengaku ditekan dalam pemeriksaan.

"Memang dalam proses BAP saya selama tiga kali oleh Polda Metro Jaya, para penyidik tampak memaksakan dengan menggiring pembicaraan saya agar mengakui semua yang dituduhkan kepada Habib Rizieq," ujar Kak Emma, yang disampaikan melalui pengacaranya, Mirza Zulkarnaen, Kamis (18/5/2017).

Menurut Kak Emma, selama diperiksa di Polda Metro Jaya, penyidik memberikan tekanan psikologis.

"Bahkan saya ditekan secara psikologis agar mengakui dan membenarkan atas tuduhan tersebut yang saya tidak mengetahui akan hal itu," ujar Kak Emma.

Bunuh Karakter Rizieq

Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Kak Emma mengatakan kasus Firza Husein dibuka untuk membunuh karakter imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.

"Saya menyimpulkan kasus ini adalah kasus yang direkayasa sedemikian rupa, dengan tujuan keji untuk membunuh karakter Habib Rizieq," ujar Kak Emma melalui pengacaranya, Mirza Zulkarnaen, Kamis (18/5/2017).

Menurut Kak Emma, Habib Rizieq merupakan ulama panutan. Pengusutan kasus itu, kata Kak Emma, sengaja dilakukan untuk mempermalukan Habib Rizieq.

"Sebagai ulama panutan untuk dipermalukan, lalu ditinggalkan umat Islam, karena dianggap akan menghalangi gerakan komunis di Indonesia serta menghalangi proses penjajahan China terhadap Indonesia," ujar Kak Emma.
Halaman 2 dari 4
(aan/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini