Nama Kak Emma mencuat setelah kasus pornografi pada situs 'baladacintarizieq' menjadi buah bibir masyarakat. Dalam situs itu, Firza terlibat dalam percakapan melalui WhatsApp dengan sosok yang disebut-sebut sebagai imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Di bagian situs lainnya, ada pembicaraan antara sosok Firza dan sosok yang disebut-sebut sebagai Kak Emma. Rekaman suara dua orang perempuan itu membicarakan curhat soal sosok Habib Rizieq.
Kasus dugaan pornografi ini akhirnya diusut kepolisian. Penyidik kini telah menetapkan Firza Husein sebagai tersangka pornografi. Namun Firza Husein tidak ditahan dengan alasan kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, Kak Emma mengaku ditekan penyidik selama proses pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP). Menurut Kak Emma, kasus itu sengaja dibuka untuk membunuh karakter Habib Rizieq.
Pernyataan Kak Emma ini berbanding terbalik dengan keterangan yang disampaikan penyidik dalam pemeriksaan. Penyidik awalnya menyebut Kak Emma mengungkap sejumlah fakta, salah satunya mengenai chat audio dirinya dengan Firza yang sudah tersebar di media sosial. "Iya itu (chat audio) dia merasa, iya betul," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.
Atas pernyataan Kak Emma, Argo menegaskan penyidik bekerja secara profesional dalam menyidik kasus tersebut. Bahkan selama pemeriksaan saksi ataupun tersangka direkam kamera. Polda Metro Jaya membantah tudingan penyidikan kasus dugaan pornografi 'baladacintarizieq' adalah untuk membunuh karakter Habib Rizieq. Polisi menangani perkara tersebut semata-mata untuk kepentingan penegakan hukum karena ada laporan dari masyarakat.
Berikut ini pengakuan Kak Emma:
Bantah Chat Audio dengan Firza
|
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
|
"Pernyataan dari Polda Metro bahwa saya mengakui adanya hubungan percintaan antara Habib Rizieq dan Firza, itu tidak benar," kata Kak Emma, yang disampaikan melalui pengacaranya, Mirza Zulkarnaen, Kamis (18/5/2017).
Menurut Kak Emma, dia belum lama mengenal Firza. Ia baru bertemu Firza di dua kesempatan, yakni di pengajian di Petamburan dan Megamendung.
"Saya mengenal Firza belum lama, dia ikut taklim di Petamburan sekali, ke Megamendung dua kali," ujar Kak Emma.
Ditekan Penyidik
|
Foto: Ari Saputra/detikcom
|
"Memang dalam proses BAP saya selama tiga kali oleh Polda Metro Jaya, para penyidik tampak memaksakan dengan menggiring pembicaraan saya agar mengakui semua yang dituduhkan kepada Habib Rizieq," ujar Kak Emma, yang disampaikan melalui pengacaranya, Mirza Zulkarnaen, Kamis (18/5/2017).
Menurut Kak Emma, selama diperiksa di Polda Metro Jaya, penyidik memberikan tekanan psikologis.
"Bahkan saya ditekan secara psikologis agar mengakui dan membenarkan atas tuduhan tersebut yang saya tidak mengetahui akan hal itu," ujar Kak Emma.
Bunuh Karakter Rizieq
|
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
|
"Saya menyimpulkan kasus ini adalah kasus yang direkayasa sedemikian rupa, dengan tujuan keji untuk membunuh karakter Habib Rizieq," ujar Kak Emma melalui pengacaranya, Mirza Zulkarnaen, Kamis (18/5/2017).
Menurut Kak Emma, Habib Rizieq merupakan ulama panutan. Pengusutan kasus itu, kata Kak Emma, sengaja dilakukan untuk mempermalukan Habib Rizieq.
"Sebagai ulama panutan untuk dipermalukan, lalu ditinggalkan umat Islam, karena dianggap akan menghalangi gerakan komunis di Indonesia serta menghalangi proses penjajahan China terhadap Indonesia," ujar Kak Emma.
Halaman 2 dari 4










































