Pasca Banjir, Aceh Tenggara Butuh Bantuan Alat Berat
Kamis, 28 Apr 2005 15:57 WIB
Aceh Tenggara - Bencana air bah yang meluluhlantakkan tiga desa di Aceh Tenggara, menyisakan sampah pepohonan dan batu. Hingga ini pemkab setempat kesulitan mengatasinya karena keterbatasan alat-alat berat.Padahal, alat berat tersebut diperlukan untuk memperlancar jalur transportasi setelah jalan-jalan kini tertutup batang-batang pohon yang roboh dan batu-batu besar yang dibawa air bah."Ketiadaan alat-alat berat ini memang menyulitkan keadaan kita. Sebab itu kita juga minta agar Pemkab Gayo Lues membantu membersihkan jalur transportasi," kata Bupati Aceh Tenggara Armen Desky di rumah dinasnya di kawasan Kuta Cane, Aceh Tenggara, Kamis, (28/4/2005). Jika alat-alat yang dibutuhkan bisa diperoleh dan didukung dengan upaya pemerintah dan masyarakat, Armen memperkirakan, dalam lima hari ke depan jalur transportasi akan pulih lagi."Kita berharap dalam lima hari ke depan, jalur transportasi sudah bisa dilalui kendaraan walau tentu tidak seperti keadaan normal," katanya. Pasalnya, akibat banjir tersebut ada beberapa jembatan yang putus serta jalan yang tertimbun atau bangunan yang rusak. "Ini semua akan kita coba atasi secara bersama," katanya prihatin.Akibat air bah ini sedikitnya 15 orang tewas. Mereka adalah warga Desa Lawe Mengkudu, La-La dan Lawe Ger-ger, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.Kejadian menyedihkan ini bermula sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (26/4/2005) malam. Awalnya, tengah terjadi banjir di kawasan Gunung Lawe Beringin. Banjir ini kemudian mengalir deras melalui Sungai Mengkudu. Melalui sungai inilah ketiga desa tersebut diterjang oleh banjir bandang yang cukup hebat. Setelah menghantam tiga desa, air bah tersebut mengalir ke Sungai Alas, Aceh Tenggara.
(umi/)











































