DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 17:32 WIB

Polisi Bantah Tekan Kak Emma: Kami Profesional, Ada Kamera

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Bantah Tekan Kak Emma: Kami Profesional, Ada Kamera Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Cici/detikcom)
Jakarta - Saksi kasus dugaan pornografi di situs 'baladacintarizieq', Fatima atau Kak Emma, mengaku mendapatkan penekanan dari penyidik selama proses pemeriksaan. Namun hal itu dibantah oleh pihak kepolisian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyampaikan penyidik bekerja secara profesional dalam menyidik kasus tersebut. Bahkan selama pemeriksaan saksi ataupun tersangka direkam kamera.

"Berkaitan dengan pelaksanaan penyidikan semua saksi dan tersangka, semua dilakukan dengan CCTV (kamera)," ujar Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Dengan adanya kamera tersebut, proses pemeriksaan dapat dipantau oleh pengawas penyidik. Penggunaan kamera dalam pemeriksaan ini bertujuan mengurangi adanya penyimpangan penyidik selama proses pemeriksaan terhadap saksi ataupun tersangka yang beperkara.

"(Dengan adanya kamera tersebut) kita bisa melihat, orang lain bisa melihat. Artinya, pengawas nanti bisa lihat apakah di dalam pemeriksaan itu ada penekanan atau tidak," sambungnya.

Argo menambahkan BAP Kak Emma dalam pemeriksaan sudah sesuai dengan keterangannya yang disampaikan kepada pihak penyidik.

"Jadi kita berdasarkan keterangan yang ada. Penyidik memberi pertanyaan, saksi jawab, jadi ada interaksi seperti itu, ditanya apa, dijawab, kita ketik. Tidak benar kalau ada namanya penekanan tersebut," tegas Argo.

Sebelumnya, Kak Emma mengaku ditekan oleh penyidik selama diperiksa di kasus dugaan pornografi di situs 'baladacintarizieq' yang melibatkan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab dan Firza Husein. Kak Emma berstatus sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Memang dalam proses BAP saya selama tiga kali oleh Polda Metro Jaya, para penyidik tampak memaksakan dengan menggiring pembicaraan saya agar mengakui semua yang dituduhkan kepada Habib Rizieq," ujar Kak Emma, yang disampaikan melalui pengacaranya, Mirza Zulkarnaen.

Dalam kasus pornografi di situs 'baladacintarizieq' ini, penyidik menetapkan Firza Husein sebagai tersangka. Dalam situs itu, Firza terlibat percakapan melalui WhatsApp dengan sosok yang disebut-sebut sebagai Habib Rizieq.

Di bagian situs lainnya, ada pembicaraan sosok Firza dengan sosok yang disebut-sebut sebagai Kak Emma. Rekaman suara dua orang perempuan itu membicarakan curhat soal sosok Habib Rizieq.

Kak Emma menepis pernah terlibat dalam pembicaraan dengan Firza mengenai Habib Rizieq. Menurut Kak Emma, selama diperiksa di Polda Metro Jaya, penyidik memberikan tekanan psikologis.

"Bahkan saya ditekan secara psikologis agar mengakui dan membenarkan atas tuduhan tersebut yang saya tidak mengetahui akan hal itu," ujar Kak Emma.
(mei/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed