DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 17:31 WIB

Maruarar Sirait: Ada yang Tak Senang Jokowi-JK Kompak, Itu Sia-sia

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Maruarar Sirait: Ada yang Tak Senang Jokowi-JK Kompak, Itu Sia-sia Jokowi dan JK saat sidang kabinet. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Setelah gelaran Pilgub DKI 2017, ada yang menilai Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla tak sejalan. Terlebih ketika JK disebut turut andil dalam mengusulkan pencalonan Anies Baswedan kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Politikus PDIP yang juga anggota tim sukses Jokowi-JK pada Pilpres 2014, Maruarar Sirait, menyatakan Presiden dan Wapres masih solid. Ara, sapaan akrabnya, yakin Jokowi dan JK akan tetap kompak hingga masa jabatan berakhir.

"Saya sudah lama berhubungan komunikasi dengan Pak Jokowi, sejak beliau jadi Wali Kota Solo. Dengan Pak JK juga sejak dulu. Kalau saya undang acara, selalu hadir. Mereka berdua masih solid, upaya memecah Jokowi-JK sia-sia," ungkap Ara saat berbincang dengan detikcom, Kamis (18/5/2017).

Ara memang terlihat mendampingi Jokowi dalam kunjungan kerja Lintas Nusantara dari Aceh sampai Papua beberapa waktu lalu. Selain itu, ketika dia menjabat Ketum Taruna Merah Putih pun pernah memecahkan rekor donor darah terbanyak dan bekerja sama dengan PMI, yang diketuai JK.

Ara memaparkan empat alasan yang membuatnya yakin Jokowi dan JK masih solid. Alasan pertama, secara konstitusional mereka dipilih sebagai pasangan presiden dan wakil presiden oleh rakyat Indonesia.

"Kedua, mereka punya sejarah yang mendasar, mendalam, karena mereka berpasangan pada Pilpres 2014 melawan Prabowo-Hatta. Tentu kompetisi itu melahirkan kesolidan di antara mereka berdua. Mereka berjuang bersama," kata Ara.

Alasan ketiga, menurut Ara, adalah Jokowi dan JK harus diberi kesempatan memimpin pemerintahan. Kemudian yang terakhir Jokowi dan JK saling melengkapi satu sama lain.

"Tapi tentu ada yang tak senang kalau mereka kompak, harmonis. Sebab, kalau mereka betul-betul kompak, politik stabil dan ekonomi maju," ujar Ara.

Menurut Ara, perbedaan sikap dalam Pilgub DKI tak lantas membuat Jokowi dan JK berseteru. Namun Jokowi dan JK memang tak pernah secara gamblang menyebutkan pilihannya di pilkada.

"Upaya memecah Jokowi-JK sia-sia, tidak akan berhasil. Tentu ada upaya itu dan tak akan berhasil. Dasar mereka kuat, punya ideologi Pancasila. Jadi upaya pecah Jokowi-JK sia-sia," pungkas Ara.
(bpn/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed