Sering Melancong ke Jakarta, Gubernur Riau Langgar Inpres
Kamis, 28 Apr 2005 15:33 WIB
Jakarta -
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengintruksikan kepala daerah tidak sering melancong ke Jakarta. Namun instruksi presiden itu tampaknya diabaikan Gubernur Riau Rusli Zainal.Wakil rakyat mengingatkan kepada Gubernur Riau Rusli Zainal untuk lebih banyak berada di daerah kerjanya dan tidak sering melancong ke Jakarta. Selama ini waktu Rusli lebih banyak tersita di Jakarta tanpa ada alasan yang jelas."Dengan tidak menghormati intruksi presiden (Inpres) itu, maka dengan sendirinya Gubernur Riau Rusli Zainal tidak loyal kepada atasan tertingginya di pemerintahan kita ini," tandas Edi Basri, anggota Komisi A DPRD Riau Bidang Pemerintahan pada detikcom, Kamis (28/4/2005). "Kalau kepala daerah saja sudah tidak tunduk kepada presiden, lantas mau jadi apa negara kita ini. Padahal kita sangat sependapat dengan SBY agar kepala daerah lebih memfokuskan untuk melayani masyarakat di daerah ketimbang ke Jakarta," sambungnya.Menurut Edi Basri, bila Gubernur Riau sering-sering melancong ke Jakarta tanpa alasan yang jelas, maka hal itu akan menimbulkan imej ketidakpercayaaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Hal itu juga akan berdampak pada eksistensi pembangunan di daerah."Bagaimana mungkin daerah kita ini bisa melaksanakan pembangunan yang maksimal bila kepada daerahnya sering tidak berada di tempat. Sungguh kita tidak mengerti urusan apa Rusli Zainal itu sering ke Jakarta. Padahal tidak ada juga kita lihat nilai tambahnya bagi masyarakat Riau dengan seringnya ke Jakarta," sindir Basri yang berasal dari Fraksi PBR itu.Basri menilai, di zaman otonomi daerah, kepala daerah harus membenahi infrastruktur dan pemerintahan di wilayah kerjanya masing-masing. Namun hal itu justru berbanding terbalik dengan sikap Rusli Zainal yang terus mondar-mandir Pekanbaru-Jakarta.DPRD Riau akan mendesak Gubernur Riau untuk menjelaskan kepada publik apa sebenarnya yang dia lakukan di Jakarta. Ini perlu, agar masyarakat luas mengetahui yang sebenarnya. Karena selaku kepala daerah, dia juga tidak terlepas dari kontrol masyarakat. Dia mesti kita ingatkan, bila dalam masa tugasnya dianggap tidak lagi bisa melayani masyarakat, DPRD Riau berhak untuk menggantinya di tengah jalan, kata Edi Basri.Hal senada juga diungkapkan angggota DPR RI asal Riau, Azlaini Agus. Menurut Wakil Ketua Fraksi PAN ini, selaku kepala daerah setingkat gubernur, hal yang lumrah mendapat undangan dari berbagai pihak. Namun mestinya gubernur juga bisa memilah mana undangan yang paling dianggap urgen untuk dihadiri ke Jakarta."Janganlah hal-hal sepele mesti Gubernur Riau yang menghadirinya. Kita kan punya kantor enghubung di Jakarta. Mestinya itu bisa kita manfaatkan," kata Azlaini Agus.Azlaini juga tidak membantah bila akhir-akhir ini Rusli Zainal sering tidak berada di Riau, melainkan selalu berada di Jakarta tanpa alasan yang jelas. "Lebih baik gubernur kita itu mengurusi rakyatnya di daerah ketimbang harus ke Jakarta," kata Azlaini mengingatkan.Sementara itu Kabag Humas Pemprov Riau Zulkarnain membantah bila Gubernur Riau ke Jakarta dalam rangka melancong. Kepergian Gubernur ke Jakarta merupakan bagian dari dinas. "Setahu saya gubernur ke Jakarta bukan melancong, tapi karena ada tugas kedinasan," katanya.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































