DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 15:54 WIB

Novanto Dorong Pansus Angket KPK, ICW: Dia Punya Konflik Kepentingan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Novanto Dorong Pansus Angket KPK, ICW: Dia Punya Konflik Kepentingan Donal Fariz (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto mendorong agar pembentukan pansus hak angket KPK segera digulirkan. Pegiat antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menganggap Novanto memiliki konflik kepentingan atas hak angket tersebut.

"Novanto ini punya konflik kepentingan dengan pansus itu. Sebab, dia sebagai Ketum Golkar, bisa saja sikap Golkar yang berubah karena instruksi yang bersangkutan. Di sisi lain konflik kepentingan terjadi karena Novanto disebut terlibat dalam kasus e-KTP. Angket ini tidak bisa dilepaskan dari kasus penanganan e-KTP yang sedang dilakukan oleh KPK," kata Donal di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2017).



Donal menyayangkan sikap Golkar yang tidak konsisten soal pembentukan pansus hak angket di KPK. Ia menilai hal tersebut akan memberikan persepsi negatif dari masyarakat

"Saya menilai sikap Golkar tidak konsisten dan seolah bermain di dua kaki. Sebab, tindakan saat mengirimkan surat penolakan untuk daftar nama di pansus dan tiba-tiba menarik kembali. Ini tindakan yang tidak konsisten menurut saya. Tentu ini akan merugikan Golkar, seolah-olah Golkar tidak mempunyai sikap yang jelas di hadapan publik," katanya.

[Gambas:Video 20detik]




Donal menyebut pula sikap Fahri Hamzah terhadap hak angket ke KPK sebagai tindakan balas budi. Fahri dinilai membalas jasa Novanto yang menyelamatkan posisinya sebagai pimpinan di DPR.

"Sikap Fahri Hamzah kan berbeda terbalik dengan sikap PKS. Walaupun PKS sudah menyatakan Fahri Hamzah bukan kader PKS lagi, saya melihat memang Fahri bersikap demikian karena ada kedekatan dengan Saudara Setya Novanto. Sehingga membuat sikap yang bersangkutan menjadi bisa dan tidak objektif lagi," tuturnya.

"Kedekatan ini bisa jadi ini yang membuat bersangkutan sangat ngotot pada hak angket ke KPK," jelasnya.
(fdu/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed