Direktur Eropa II Kemenlu, Witjaksono Adji mengatakan kunjungan Raja Carl ke Bandung terkait riset dan teknologi. Hal ini dikarenakan Bandung menjadi salah satu kota pintar (smart city) di Indonesia.
"Kunjungan ke Bandung temanya adalah lebih kepada masalah ristek inovasi, karena Bandung manjadi salah satu hal teknologi Indonesia, Swedia dalam kerja samanya itu mengusung pendekatan, jadi ada satu sinergi kebersamaan dalam upaya pihak pemerintah, akademisi, dan perusahaan, jadi 3 pilar itu lah semua hal bisa diselesaikan bersama-sama, itu adalah konteks inovasi dan teknologi kunjungan beliau ke bandung," kata Witjaksono di Kemenlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bandung itu dinilai oleh Swedia sebagai smart city, ada semacam penataan kota, sistem perkotaan yang terintegrasi masalah transportasi, energi waste management, dan waste itu barang-barang yang harus di-recycle, itu rencananya ke depan bahkan bisa menjadi bahan bakar, itu tidak hanya masalah angin, tenaga air, tapi bagaimana mengolah sampah menjadi energi," ujarnya.
"Raja mengatakan bahwa Bapak Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil adalah salah satu inovator sebagai insinyur, arsitek, dan juga planologi," imbuhnya.
Raja Carl diagendakan akan makan siang bersama Ridwan Kamil. Dia juga akan dijadwalkan mengunjungi museum Konferensi Asia Afrika di Bandung. (cim/idh)











































