"Ada seseorang dengan inisial N yang sedang diperiksa. Dan ada indikasi ke sana (terlibat penyiraman, red)," kata Setyo di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2017).
Setyo berujar penyidik masih terus mendalami keterkaitan N dalam teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Polisi belum dapat memastikan apakah indikasi tersebut signifikan atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setyo memastikan penyidik terus bekerja keras untuk menemukan dalang di balik teror tersebut. Jenderal bintang dua itu menekankan bahwa proses pengungkapan kasus membutuhkan waktu yang lamanya tak dapat ditentukan.
"Penyidikan butuh waktu, ada faktor keberuntungan, dan kita terus bekerja. Ada lebih dari lima orang (yang diperiksa, red), walau ternyata alibinya tidak ada kaitannya dengan kasus yang terjadi," terang Setyo. (aud/ams)











































