DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 14:05 WIB

Tatanan Tradisi Muslim Tatar di Polandia

Kiki Larasati - detikNews
Tatanan Tradisi Muslim Tatar di Polandia Generasi muslim Tatar di Bialystok, Polandia (Kuncoro/Trans7)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Bialystok - Tatar merupakan komunitas muslim pertama yang datang ke Polandia pada abad ke-14. Ratusan tahun setelah kedatangan mereka, generasi Tatar masih berusaha melestarikan warisan budaya nenek moyangnya. Salah satunya dengan tarian tradisional Tatar.

Sampai kini, berbagai peninggalan muslim Tatar masih tersimpan di penjuru Polandia . Masjid, pemakaman, hingga kuliner masih menjadi bagian hidup mereka.

Namun sayang, kehidupan beragama dan budaya Tatar telah banyak tergerus zaman. Hanya ada sedikit yang peduli. Salah satunya adalah Anna Mucharska.

Tatanan Tradisi Muslim Tatar di PolandiaAnna Mucharska (kiri) dan putrinya (tengah), para muslimah Tatar yang masih peduli terhadap tradisi Tatar. (Kuncoro/Trans7)

Perempuan berdarah Tatar ini ingin generasi muda Tatar tidak melupakan akar kehidupan mereka. Karena itu, ia membuka kelas tarian Tatar untuk anak-anak dan dewasa.

Satu kali dalam seminggu, mereka berlatih menari. Karena keterbatasan tempat, ruang olahraga di sekolah umum pun menjadi pilihan.

Meski masih belia, bocah-bocah ini begitu rancak bergerak, lincah mengikuti alunan musik. Belum lagi kostum mereka yang beraneka warna, membuat tarian ini terlihat begitu cantik.

Tatanan Tradisi Muslim Tatar di PolandiaTarian tradisional Tatar, suku muslim pertama yang datang ke Polandia (Kuncoro/Trans7)

Dulu tarian ini biasa dipertunjukkan saat ada acara-acara istimewa, seperti menyambut Ramadan atau Idul Fitri. Kini tarian Tatar bisa dipentaskan kapan saja dan sering dilombakan.

Saat ini, ada sekitar 2.000 muslim Tatar di antara 40 juta warga Polandia. Meski menjadi minoritas, keluarga Anna bisa hidup nyaman di Kota Bialystok, walau kadang ada 'kerikil' menghadang.

"Anak-anak saya adalah satu-satunya muslim di sekolah. Beruntung, teman-teman mereka tidak memperlakukan anak saya berbeda. Suami saya yang bekerja kantoran susah mendapat izin untuk melakukan salat Jumat. Dia harus ambil cuti khusus untuk itu. Karena itu, dia baru bisa salat Jumat setiap dua bulan sekali," tutur Anna.

Kecintaan dan kebanggaan sebagai muslim Tatar-lah yang menyalakan semangat Anna untuk terus menghidupkan tradisi Tatar. Ia ingin anak-anaknya dan generasi penerus tidak melupakan akar budaya mereka.

Semoga budaya Tatar senantiasa lestari di hati muslim Tatar dengan Islam sebagai pedoman hidup mereka.

Saksikan kisah lengkap Muslim Tatar di Polandia dalam program "Jazirah Islam" di TRANS7 pada Jumat 19 Mei 2017, pukul 15.15 WIB.
(nwk/nwk)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed