Yang terbaru adalah ketika polisi menilang laki-laki kemayu di Semarang. Dialog keduanya terekam kamera dan terjadi hal lucu. Polisi tersebut hampir saja dicium oleh laki-laki kemayu itu setelah menilang.
Ada sederet kejadian yang bikin geram hingga lucu lainnya yang menimpa para polisi yang tengah bertugas. Berikut kisahnya:
Polisi Digoda Pria Kemayu Saat Tilang
|
Foto: Brigadir Iwan Wirana ikut kemayu (Screenshot Instagram)
|
Saat sedang ditilang, pria tersebut memiliki sikap kemayu. Sontak saja menjadi perhatian. Apalagi dialog antara Iwan dengan pria itu terbilang kocak.
"Awalnya tidak ada yang rekam. Setelah saya tanya ternyata begitu (kemayu). Saya tanya kerjaan, dia bilangnya salon. Setelah bilang salon, dia bilang, 'Mas aku bisa massage lho mas.' Waktu itu saya sama teman-teman mikir, 'Tenan opo ora (betulan atau tidak).' Terus ada yang buka handphone terus rekam," ujar Iwan.
Dialog lucu keduanyapun terekam kamera termasuk ketika Iwan ikut melambai bahkan dicolek pipinya oleh pria tersebut. Usai memberikan penjelasan dan surat tilang, pria itu sempat bercanda dengan nyaris mencium Iwan kemudian pergi.
"Untung nggak kena (saat dicium), saya refleks. Anak saya sudah tiga, mas. Istri satu aja," pungkasnya.
Dicakar dan Dimaki oleh Pengendara Wanita
|
Aiptu Sutisna dan Dora berdamai. Foto: Aiptu Sutisna (kiri), Kapolda Jend Iriawan (Tengah), Dora (kanan)/ Amel detikcom
|
Sekitar pukul 09.00 WIB, arus lalu lintas sudah mulai mencair. Sutisna masih berdiri di jalan tersebut untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Kemudian ada mobil Xenia berhenti persis di depan dia dan pengendara yang bernama Dora Natalia Singarimbun membuka kaca mobil dan meneriaki dengan kata kasar.
Sutisna lalu ke depan mobilnya untuk memfoto pelat nomor mobil yang dikemudikan Dora. Ia kemudian meminta Dora untuk mengklarifikasi cacian terhadapnya. Ketika Dora hendak masuk ke dalam mobil dan membuka pintu mobil, Sutisna kemudian mengambil kunci mobilnya.
Setelah kunci mobilnya diambil, Dora semakin emosi. Dia lalu menarik kerah seragam Surisna yang dilapis rompi. Sutisna tidak melawan dan memilih masuk ke jakur busway.Dora tambah emosi dan mengejarnya. Di jalur busway Dora menarik seragam Sutisna untuk meraih kunci mobil yang dipegang Sutisna, hingga rompinya rusak dan tanda kepangkatan Sutisna copot.
Setelah insiden itu, Sutisna mengaku telah memaafkan Dora. "Sejak saya kasih kuncinya saya sudah maafkan dia, saya tidak ada masalah sama dia. Cuma kenapa saya laporkan, (karena) saya ngerasa kok baju saya dihina," terang Sutisna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/12/2016).
Dimaki dan Diajak Duel Pemotor
|
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
|
Dalam video yang tersebar via sosial media, Tegar sering membalas cacian ER dengan guyonan. Hal tersebut, menurut Tegar, agar ER bisa lebih tenang.
Sebenarnya boleh saja petugas menggeledah dia. Tapi karena tidak kondusif, saya khawatir justru nantinya jadi lebih parah. Kita juga membaca psikologis orang," ungkap Tegar di pos jaga bundaran Patung Pandawa, Solo Baru, Selasa (14/3/2017).
Tegar, yang usianya lebih muda, mengaku sempat emosi dengan kata-kata kasar ER. "Tapi kita pakai seragam. Kita sadar harus mengedepankan 3S, Senyum, Sapa, Salam. Apalagi Pak Yudik, senior saya, juga mengingatkan agar kalem," ujar Tegar.
Yudik menceritakan, 'insiden' makian dan tantangan berkelahi dari ER itu terjadi pada Rabu (8/3). Ketika melihat ER yang tak berhelm dan berhenti di lampu merah, dia segera mendekati ER.
"Saya minta untuk menepi, tapi dia malah membentak. Saya minta surat-suratnya, dia kembali membentak. Daripada macet, kuncinya saya lepas, lalu dia mau menepi, tapi umpatannya keluar semua," kata Yudik.
Selain mengajak berduel, ER juga sempat curhat. ER bercerita setelah tenang. Dia menceritakan sedikit kisah hidupnya dan menunjukkan surat keterangan pernah dirawat di rumah sakit jiwa.
Halaman 2 dari 4











































