Seiring proses penyelidikan, polisi mendapat informasi para narapidana mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas rutan. Bahkan dikatakan, petugas rutan memukul penghuni.
"Awalnya karena over capacity, kondisi seperti itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak atau oknum-oknum yang ada di rutan. Pelayanan yang kurang mengenakan bagi tahanan, ada unsur kekerasan juga seperti kaya memukul tahanan. Itu isu-isu yang keluar," terang Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur, kepada detikcom, Kamis (18/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Peristiwa kaburnya para napi, red) Itu akumulasi dari faktor-faktor seperti yang kalau dia telepon keluarga, harus bayar permenitnya berapa. Makanannya tidak manusiawi. Yang sudah dimintai keterangan sejauh ini 20 orang lebih, baik dari pihak lapas, penghuninya dan keluarga," beber Guntur.
Ia menambahkan, polisi juga akan mendalami ada-tidaknya provokator yang menginstruksikan penghuni rutan melarikan diri.
"Tetapi kita dalami lagi otaknya siapa karena itu kan harus tanya satu persatu. Kami mau interogasi lagi juga cukup sulit, mereka sudah resistan dengan polisi," jelas Guntur. (aud/rvk)










































